Indonesia belum lama ini dihebohkan dengan berita tentang kebocoran data pribadi yang beredar di internet.

oleh -322 views

Indonesia belum lama ini dihebohkan dengan berita tentang kebocoran data pribadi yang beredar di internet. Direktur Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum, dan Keamanan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Bambang Gunawan menyampaikan bahwa yang dibutuhkan sekarang ini lebih dari sekedar Peraturan Menkominfo (Permenkominfo) atau Peraturan Pemerintah (PP), tetapi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), yang saat ini rancangannya sudah masuk dalam program prioritas Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2021.

“Untuk mengantisipasi penyalahgunaan data pribadi, agar tidak memberikan informasi pribadi kepada sembarang pihak, gunakan waktu lebih dan berpikir matang, waspada tautan atau lampiran yang mencurigakan, lindungi gawai dan komputer dengan perangkat lunak yang asli dan aktifkan antivirus yang selalu update,” kata dia dalam keterangan tertulisnya Kamis (3/6/2021).

Selain itu, kata dia, jangan menggunakan kata sandi yang mudah ditebak, serta ganti password secara periodik. “Jangan gunakan yang gampang ditebak seperti tanggal lahir,” dia.

Ia menambahkan untuk selalu melakukan backup data penting secara rutin dan melaporkan kepada pihak yang berwenang apabila terjadi kejahatan siber.

Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Keamanan Siber dan Sandi Anton Setiyawan menjelaskan bahwa kejahatan digital yang paling banyak dilakukan bukan serangan hebat yang merusak sistem, tetapi serangan phising.

Menurutnya hal ini terjadi karena penjahat siber tahu persis bahwa yang paling lemah untuk diserang adalah manusianya, seperti diberi link dengan iming-iming hadiah.

Jika terjadi kebocoran data pribadi, menurut Anton, yang paling minimal adalah terkena gangguan telemarketing seperti SMS, dan telepon yang mengganggu privasi. Kedua adalah penipuan dengan menggunakan data untuk pinjaman online.

“Karena data kita sudah ada, bisa di profiling seperti untuk pemilu dan lain sebagainya, atau untuk mendapatkan credentials, dan kalau sudah dapat itu langsung masuk ke langkah berikutnya yaitu peretasan seperti pembobolan rekening,” jelasnya.

 

No More Posts Available.

No more pages to load.