Indonesia dipastikan mendapat tiga kuota tambahan untuk Olimpiade Tokyo

oleh -517 views

Indonesia dipastikan mendapat tiga kuota tambahan untuk Olimpiade Tokyo. Adalah cabang olahraga renang dan atletik yang memperoleh kesempatan tersebut.

Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Ferry J Kono mengatakan, tiket didapat berdasarkan kuota negara, di mana renang menerima dua tiket untuk perenang putra dan putri dari jalur Universality Places. Sementara atletik dari jalur Unqualified Athlete.

“Untuk atletik, kami sudah menerima nama dari PB PASI yaitu sprinter putri Alvin Tehupeiory. Sementara renang, kami masih menunggu pengajuan nama dari PB PRSI. Informasi terakhir yang kami terima, mereka ingin melakukan seleknas dulu sebelum mengajukan nama atlet,” kata Ferry dalam keterangannya pada Jumat (18/6/2021).

Dengan tambahan kuota tersebut, Kontingen Indonesia untuk Olimpiade Tokyo kini berjumlah 26 atlet. Mereka akan berkompetisi di delapan cabor, yaitu bulutangkis (11 atlet), angkat besi (5), panahan (2), atletik (2), rowing (2), menembak (1), surfing (1), serta renang (2).

Jumlah ini masih bisa bertambah karena panahan dan voli pantai masih berjuang meraih tiket Olimpiade Tokyo pada kualifikasi terakhir. Panahan menargetkan mendapat tambahan tiket untuk nomor recurve beregu di Piala Dunia 2021 Paris, 19-21 Juni. Sementara tim voli pantai akan turun di Piala Kontinental AVC 2021 di Nakhon Pathom, Thailand, 25-27 Juli.

“Kualifikasi masih berlangsung hingga akhir Juni. Harapan kami, Indonesia bisa menambah tambahan tiket Olimpiade. Kami percaya atlet-atlet Indonesia akan berjuang maksimal di kualifikasi terakhir,” ujar Ferry.

Selain itu, pihaknya juga masih menunggu jawaban dari Federasi Internasional untuk kepastian tiket, contohnya senam.

Pengukuhan Kontingen Indonesia untuk Olimpiade Tokyo dijadwalkan berlangsung pada 5 Juli 2021, dilanjutkan pelepasan oleh Presiden RI Joko Widodo.

Khusus cabang olahraga bulutangkis dijadwalkan berangkat lebih dulu untuk melakukan training camp di Kumamoto pada 8 Juli. Sementara rombongan besar bersama Chef de Mission (CdM) Rosan P Roeslani berangkat pada 21 Juli.

No More Posts Available.

No more pages to load.