Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah menerima konfirmasi mengenai indikasi alokasi tahap awal vaksin multilateral

oleh -1.327 views

Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah menerima konfirmasi mengenai indikasi alokasi tahap awal vaksin multilateral, yaitu dari mekanisme Covax Facility. Berdasarkan informasi yang diterima Sabtu (30/1/2021), yaitu sesuai surat dari aliansi vaksin GAVI, pada tahap awal, Indonesia akan menerima 13,7-23,1 juta dosis vaksin Astra Zeneca (AZ) yang akan dikirim melalui 2 tahap.

Kementerian Luar Negeri lewat keterangan pers, Minggu (31/1/2021), menyebut proses pengiriman dibagi dua kuartal yaitu Kuartal I sebanyak 25-35 persen dan Kuartal II sebanyak 65-75 persen dari alokasi awal.

Distribusi vaksin akan dilakukan setelah vaksin AZ mendapatkan WHO EUL (Emergency Use Listing), telah mendapatkan validasi dari kelompok Independent Allocation of Vaccines Task Force (AIVG) dan ketersediaan suplai dari manufaktur sesuai dengan perkiraan awal.

Menindaklanjuti hal tersebut, Menlu Retno telah melakukan koordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, guna menindaklanjuti beberapa hal yang harus dilakukan Indonesia sebagai persiapan pengiriman vaksin.

Diperlukan kesiapan domestik penerimaan vaksin multilateral, antara lain kesiapan regulasi (penerbitan Emergency Use Authorization), aturan identifikasi, jalur distribusi dan rencana vaksinasi nasional.

Secara paralel, juga dilakukan penyampaian berbagai kelengkapan administrasi kepada Sekretariat GAVI sesuai tenggat waktu yang diperlukan.

Pada Sabtu, Menlu Retno juga telah melakukan pembicaraan dengan CEO GAVI, Seth Berkley, membahas berbagai isu vaksin multilateral, termasuk kekhawatiran berkembangnya vaksin nasionalisme. Jika hal ini terus terjadi, maka dikhawatirkan akan berdampak pada upaya dunia melakukan kerjasama melalui jalur multilateralisme.

728×90 Leaderbord

Isu alokasi vaksin ini juga dibahas dalam pertemuan COVAX-AMC Engagement Group yang dipimpin oleh Ketua Bersama, yaitu Menlu RI, Menteri Kesehatan Ethiopia dan Menteri Pembangunan Internasional Kanada pada 27 Januari 2021.

Proses panjang diperolehnya vaksin multilateral melalui Covax Facilities ini dimulai sejak penyampaian joint letter Menlu dan Menkes kepada CEO GAVI, yang berupa Expression of interest/EoI bergabungnya indonesia didalam Covax AMC92. EoI secara langsung disampaikan pada kunjungan Menlu dan MenBUMN ke Jenewa, Oktober 2020.

Proses ini terus dikawal melalui kerja sama dan kolaborasi berbagai instansi di Indonesia yaitu Kementerian Kesehatan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Keuangan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan Kemlu.

Diplomasi Indonesia akan terus memastikan berbagai komitmen pasokan vaksin baik dari jalur bilateral dan multilateral untuk mendukung kelancaran proses vaksinasi nasional.