Indonesia mengapresiasi dukungan AS terhadap ASEAN Outlook on the Indo-Pacific

0 92

Indonesia mengapresiasi dukungan AS terhadap ASEAN Outlook on the Indo-Pacific.  Oleh karena itu, Indonesia mengundang Amerika Serikat (AS) untuk hadir dan berpartisipasi aktif pada penyelenggaraan Indo-Pacific Infrastructure and Connectivity Forum tahun 2020.

“Forum ini akan menjadi platform yang baik untuk mendorong kerja sama konkret dan sinergi berbagai program infrastruktur dan konektivitas di Kawasan Indo Pasifik,” ujar Menteri Luar Negeri RI pada Pertemuan ke-7 Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Amerika Serikat yang diselenggarakan  di Bangkok, Thailand, pada Senin (4/11).

Indo-Pacific Infrastructure and Connectivity Forum merupakan inisiatif Indonesia sebagai salah satu upaya memajukan kerja sama konkret dalam rangka implementasi ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) yang diadopsi pada KTT ASEAN ke-34 bulan Juni 2019. Indonesia mencatat adanya International Development Finance Corporation dari AS. Program ini memprioritaskan kerja sama di bidang infrastruktur, konektivitas digital dan energi di Kawasan Indo-Pasifik.

Dalam pertemuan tersebut, AS menggarisbawahi komitmen Presiden Trump untuk memperkuat kemitraan strategis AS-ASEAN. Untuk memperdalam kemitraan ASEAN-AS, Presiden Trump mengundang pemimpin ASEAN untuk mengadakan ASEAN-US Special Summit di Amerika Serikat tahun 2020.

Kerja sama ASEAN-AS telah berjalan sejak 1977 dan dinaikkan statusnya menjadi Kemitraan Strategis pada 2015. AS merupakan mitra dagang dan sumber investasi terbesar ke-4 ASEAN di antara Mitra Wicara lainnya dengan nilai perdagangan sebesar US$259,2 miliar (per Mei 2018) dan nilai investasi sebesar US$8,1 miliar (2018).

Mitra Penting

Retno Marsudi, yang mewakili Presiden RI, menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) adalah mitra penting ASEAN dalam menjaga stabilitas dan perdamaian di Kawasan Indo-Pasifik. Kawasan Asia Tenggara yang damai dan stabil adalah aset yang tidak dimiliki oleh kawasan lain.

“Hanya dengan kawasan yang damai dan stabil, kita dapat menikmati pertumbuhan ekonomi yang baik,” ujar Menlu RI.

Menlu Retno menggarisbawahi ASEAN dengan penduduk lebih dari 647 juta jiwa merupakan ekonomi ketiga terbesar di Indo-Pasifik dan kelima terbesar di dunia. Pertumbuhan ekonomi ASEAN cukup tinggi melebihi rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia. ASEAN juga memiliki penduduk produktif yang besar yang dapat menunjang pembangunan ekonomi.

“Dengan potensi besaran ekonomi yang dimiliki ASEAN, hubungan kemitraan ASEAN dan AS memberi keuntungan bukan saja untuk ASEAN tetapi juga untuk AS,” ungkap Menlu RI.

Dalam menyikapi kondisi ekonomi global yang tidak menentu, Menteri Retno Marsudi, menyampaikan pentingnya sistem perdagangan yang bebas, terbuka dan adil. Indonesia mengharapkan kiranya tensi dagang antara AS dengan Tiongkok dapat segera diselesaikan. “Kalau perang dagang terus berlanjut, saya khawatir ekonomi kita semua, ekonomi dunia, akan terdampak”, tutur Menlu RI.

Dalam kesempatan tersebut, Indonesia mengapresiasi dukungan AS terhadap ASEAN Outlook on the Indo-Pacific. Penasihat Keamanan Nasional, Robert O’Brein, yang mewakili Presiden Trump sampaikan bahwa AS memiliki visi yang sama dengan ASEAN untuk mendorong stabilitas, keamanan dan kemakmuran di Kawasan Indo-Pasifik, sesuai dengan visi ASEAN Outlook.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Chat DJ