Iran menjadi sorotan setelah mengirim serangan kepada Israel

Iran menjadi sorotan setelah mengirim serangan kepada Israel

INTERNATIONAL92 Dilihat

Iran menjadi sorotan setelah mengirim serangan kepada Israel. Negara ini terkenal memiliki berbagai jenis senjata yang dinilai canggih dan berbahaya. Senjata-senjata tersebut disebut mampu membuat Amerika Serikat (AS) dan Israel gentar.

Serangan Iran kepada Israel terjadi pada Sabtu (13/4/2023), saat malam hari. Setidaknya sembilan negara terlibat dalam eskalasi militer dengan proyektil yang ditembakkan dari Iran, Irak, Suriah, dan Yaman. Namun, sebagian besar dari serangan tersebut berhasil dilumpuhkan oleh Israel, AS, Inggris, dan Yordania.

Adapun jarak terpendek dari Iran ke Israel adalah sekitar 1.000 kilometer yang melintasi Irak, Suriah, dan Yordania. Berikut ini deretan senjata milik Iran yang digunakan untuk menyerang Israel.

Nuklir
Iran berpotensi menggunakan senjata nuklir untuk menghadapi Israel dan Amerika Serikat, yang menjadi kekhawatiran global akan program  pengayaan uranium. Oleh karena itu, Iran harus membatasi pengayaan uranium hanya sampai 3,67%.

Rudal Sejjil
Sejjil yang merupakan rudal balistik produksi Korea Selatan. Uji coba pertama Sejjil 1 dan Sejjil 2 dilakukan pada 2008. Dengan bahan bakar padat, dapat mengurangi waktu peluncuran Sejjil dan meningkatkan mobilitasnya.

Rudal S-300
Rudal S-300 adalah senjata milik Iran dengan sistem peluru kendali buatan Rusia. Iran bisa mengerahkan sistem S-300 sepanjang garis pantai.

Rusal Khalij e Fars
Khalij e Fars adalah rudal dari Iran yang dikenal sebagai senjata pencabut nyawa. Rudal jenis ini berbahan bakar oksigen cair yang mampu menjangkau target hingga 300 kilometer dan membawa muatan hingga 650 kilogram.

Drone Kamikaze Shahed 136
Drone Kamikaze Shahed 136 memiliki panjang sekitar 3,5 meter dengan lebar 2,5 meter dan hulu ledak hingga 40kg. Bahkan, pesawat nirawak buatan Iran ini juga pernah diekspor untuk digunakan kelompok Houthi di Yaman pada akhir 2020. Pada penyerangan belum lama ini, sebanyak 170 drone Kamikaze Shahed 136 juga dilepas oleh Iran ke Israel, meskipun tidak sampai di wilayah negara tersebut.

Kapal Selam Ghadir
Kapal selam Ghadir memiliki bobot 150 ton dan bertipe gabungan antara kapal selam Yugo dan Sango. Kapal Ghadir berasal dari Korea Utara yang memiliki bentuk ramping dan kecil, membuat mereka sulit dikenali serta dilacak. Kapal selam Ghadir memiliki laras yang berbentuk tabung berdiameter 533 mm untuk menembakan torpedo hingga 500 kg.