Irene Kharisma Sukandar akan kembali bertanding catur, Kali ini bukan melawan Raffi Ahmad maupun Dadang Subur alias Dewa Kipas

oleh -382 views

Grand Master Internasional Wanita (GMIW) asal Indonesia, Irene Kharisma Sukandar akan kembali bertanding catur. Namun, kali ini bukan melawan Raffi Ahmad maupun Dadang Subur alias Dewa Kipas, tetapi para Grand Master (GM) catur lainnya.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Bambang Soesatyo mengundang Irene mengikuti Turnamen Catur Nasional Indonesia Master. Pria yang akrab disapa Bamsoet menjelaskan kegiatan itu diadakan MPR bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi).

Bupati Pesawaran

Turnamen catur tersebut dilaksanakan pada 12-13 Juni 2021 di Gedung Nusantara V, Komplek Majelis, Senayan, Jakarta. Kegiatan ini akan memperebutkan Piala Bergilir Ketua MPR dan Piala Tetap Menteri Pemuda dan Olahraga.

Bamsoet menyampaikan hal itu usai bertemu pengurus PB Percasi dan para GM catur Indonesia di Jakarta, Senin (12/4/21).

Rencananya, turnamen itu akan diikuti 20 peserta dari GM dan Master Internasional. Miaslnya, GM Susanto Megaranto, GM Cerdas Barus, GM Novendra Priasmoro, GMIW Medina Warda Aulia, Master Internasional Yoseph T Taher, Master Internasional Sean W Cuhendi, Master Internasional F Firmansyah, Master Internasional Muhammad L Ali, Master Internasional Danny Juswanto.

Selain itu ada pula Master Internasional Azarya J Setyaki, Master Internasional Anjas Novita, Master Internasional M. Ervan, Master Internasional Andrean S, Master Internasional M. Agus K, Master Internasional Catur Adi S, Master Internasional Hamdani R, Master Internasional Dede Liu, Master Internasional Tirta CP, dan Master Internasional Awam Wahono.

Menurut Bamsoet, turnamen tersebut bisa dijadikan ajang pemanasan bagi para GM dan Master Internasional yang akan mengikuti Kejuaraan Catur Dunia pada Juli 2021 di Rusia. Selain itu juga SEA Games 2021 yang akan dilaksanakan pada November-Desember 2021 di Hanoi, Vietnam.

728×90 Leaderbord

“Keberadaan turnamen serta proses regenerasi merupakan kunci utama dalam melahirkan atlet berprestasi. Mengingat atlet tidak lahir dalam semalam, melainkan butuh pembinaan jangka panjang,” kata Bamsoet.