Iskandar Widjaja dianggap sebagai salah seorang musisi dari genre klasik crossover 

oleh -82 views

Iskandar Widjaja (34) adalah musisi berdarah Indonesia yang tinggal di Jerman. Cucu dari musisi handal era Presiden Soekarno, Udin Widjaja ini sudah memiliki nama kondang di panggung musik klasik dunia. Ia terkenal sebagai musisi muda yang piawai memberikan kejutan pada setiap penampilannya.

Iskandar Widjaja dianggap sebagai salah seorang musisi dari genre klasik crossover yang paling berani bereksperimen dan menggemparkan. Bagaimana tidak? Iskandar bukanlah seorang musisi yang menelan mentah ilmu klasik yang telah dipelajarinya sejak usia tiga tahun. Seperti kupu-kupu, ia melakukan proses metamorfosa dalam bermusik.

Akhirnya, ia menyadari bahwa mendobrak batas adalah sesuatu yang menyenangkan. Kini, ia ingin nama Iskandar Widjaja dikenal sebagai sosok yang terbebas dari belenggu genre yang terkotak.

Pria lulusan University of the Arts di Berlin ini geram mendengar masyarakat yang membedakan musik dari segi genre. Padahal, musik itu hanya bisa dibedakan dari kualitas permainannya.

“Setiap orang itu memiliki ketertarikan musik yang berbeda. Dan saya menyukai dan ingin mengeksplorasi banyak genre. Jadi, kenapa saya harus membatasi diri? Saya suka menembus batas dan melakukan semua yang saya mau, karena saya orang yang liar dan bebas,” tuturnya dibarengi tawa saat bercerita kepada, Suara Pembaruan melalui saluran telepon, Selasa (15/9/2020).

Meski awalnya sulit, ia pun tidak pernah takut jika nantinya akan mendapat kritik dari publik. Menurutnya, berkarya sesuai dengan kemauan diri adalah sebuah pencapaian besar yang ia impikan. Seperti moto yang selama ini ia tanam dalam benaknya, terus berjalan lurus sesuai hati tanpa melihat kanan dan kiri.

“Kita harus percaya kepada audien dalam menentukan pilihan mereka. Semua pada akhirnya akan menilai bagaimana kita berproses, berapa lama kita berlatih, berada di studio selama berjam-jam, seberapa besar upaya kita berlatih koreografi untuk menari. Mereka akan melihat karya yang saya buat ini bukanlah karya yang hanya bisa dibuat dalam waktu 10 menit,” tuturnya.

728×90 Leaderbord

Sementara dalam mengarungi dunia musik yang penuh warna, Iskandar memilih alat musik biola untuk menjadi kawan setianya. Iskandar mengaku, seperti layaknya cinta pertama, biola dan dirinya sudah menjadi kesatuan yang tidak dapat terpisahkan.

“Biola adalah aku, aku adalah biola. Separuh dari tubuhku adalah biola,” ungkapnya.