Jaksa militer Amerika Serikat (AS) resmi mengajukan dakwaan kepada terduga teroris asal Indonesia

oleh -536 views

Jaksa militer Amerika Serikat (AS) resmi mengajukan dakwaan kepada terduga teroris asal Indonesia dan dua orang lainnya yang terlibat dalam pengeboman Bali pada 2002 dan serangan di Jakarta pada 2003. Demikian pernyataan Pentagon, Kamis (21/1/2021). Dakwaan itu diajukan hampir 18 tahun setelah ketiganya ditangkap di Thailand dan masing-masing telah menghabiskan waktu 14 tahun di penjara militer AS di Teluk Guantanamo, Kuba.

Dakwaan pertama ditujukan kepada militan Indonesia Riduan Isamuddin atau lebih dikenal dengan nama samaran Hambali, pemimpin kelompok jihadis Indonesia Jemaah Islamiyah (JI), dan diyakini menjadi perwakilan utama Al-Qaeda di Asia Tenggara.

Kelompok itu dengan dukungan Al-Qaeda, melakukan pengeboman klub malam di Bali pada 12 Oktober 2002 yang menewaskan 202 orang, serta pengeboman hotel JW Marriott di Jakarta pada 5 Agustus 2003 yang menewaskan 12 orang dan menyebabkan puluhan orang lainnya terluka.

Dua orang lainnya yang didakwa adalah warga negara Malaysia Mohammed Nazir bin Lep dan Mohammed Farik bin Amin, yaitu pembantu utama Hambali di JI yang menjalani pelatihan oleh Al-Qaeda, berdasarkan dokumen kasus Guantanamo.

“Dakwaan termasuk persekongkolan, pembunuhan, percobaan pembunuhan, secara sengaja menyebabkan luka serius, terorisme, dan menyerang warga sipil, menyerang objek sipil, menghancurkan properti dan aksesori, seluruhnya pelanggaran hukum perang,” sebut Pentagon.

Sejauh ini masih tidak jelas alasan penundaan bertahun-tahun dakwaan di pengadilan militer Guantanamo dan baru diumumkan Kamis. Pada 2016, tawaran Hambali untuk dibebaskan dari Guantanao telah ditolak karena para jaksa menyatakan dia masih mewakili ancaman signifikan kepada keamanan AS.

Dakwaan atas Hambali diumumkan pada hari pertama dimana administrasi Biden mulai menjalani kepemimpinan penuh. Saat Biden menjadi wakil presiden Barack Obama, mereka berusaha menutup penjara yang dikelola Angkatan Laut di Guantanamo, tapi gagal. Selain itu, masih memiliki sisa tahanan baik yang sudah dibebaskan atau diadili di pengadilan sipil AS.

728×90 Leaderbord

Penerus Obama, Donald Trump, tidak menunjukkan ketertarikan kepada Guantanamo dan narapidananya, termasuk tokoh tertinggi Al-Qaeda dan perencana serangan 9/11 (11 September 2001), Khalid Sheikh Mohammed.

Oleh karena itu, hanya kemajuan kecil atas status 40 tahanan yang tersisa di sana. Pada puncaknya, sekitar 780 tahanan perang atas teror ditempatkan di sana, tapi sebagian besar telah dibebaskan ke negara mereka.