Kabar menyedihkan datang dari Daft Punk

oleh -775 views

Kabar menyedihkan datang dari Daft Punk. Duo musisi pengusung musik dance itu resmi membubarkan diri setelah berkarya selama 28 tahun. Yang menarik, pengumuman pembubaran itu dilakukan melalui sebuah video klip.

Dalam video klip berjudul Epilogue, Thomas Bangalter dan Guy-Manuel de Homem-Christo tetap tampil dengan kostum robot yang menyembunyikan wajah mereka. Di situ, keduanya tampak saling mengucapkan selamat tinggal di sebuah gurun pasir. Lalu, salah satunya memusnahkan diri sendiri.

Video tersebut dibuat berdasarkan film mereka Electroma yang diproduksi pada 2006.

Kabar ini dikonfirmasi oleh juru bicara Daft Punk, Kathryn Frazier, kepada BBC. Kabar bubarnya Daft Punk ini pun disambut heboh oleh masyarakat Perancis, negara asal mereka. Sejak Senin (22/2/2021) sore, dikabarkan terdapat 27 cuitan per detik yang ditulis masyarakat mengenai Daft Punk.

Sejak dibentuk pada 1993 di Paris, Daft Punk membawa skena musik house underground Perancis ke dunia musik internasional. Beberapa lagu yang membawa nama mereka ke panggung musik dunia di antaranya adalah “One More Time”, “Da Funk”, dan “Around The World”. Mereka juga melejit saat berkolaborasi dengan musisi Pharrell Williamds dan Nile Rodgers pada 2013 lewat single “Get Lucky”.

Selain itu, mereka juga kerap berkolaborasi dengan berbagai musisi lain. Seperti dengan The Weeknd dalam dua lagu, “Starboy” and “I Feel It Coming”, pada 2016.

Yang menarik, sejak dibentuk hingga bubar, Daft Punk selalu tampil misterius. Mereka tak pernah menunjukkan wajah asli mereka saat tampil di atas pentas. Duo ini selalu mengenakan kostum robot yang membuat identitas mereka selalu anonim, tak bisa dikenali siapa pun, termasuk para penggemarnya.

728×90 Leaderbord

Mereka juga jarang sekali tampil di publik tanpa kostum robot tersebut. Tak cukup dengan itu, Daft Punk selalu menggunakan vokal yang dikomputerisasi dalam seluruh karya-karyanya.

“Kami bukan artis, kami bukan model. Sepertinya tidak akan menarik bagi khalayak untuk melihat penampilan kami. Tapi, robot selalu menarik untuk semua orang,” tutur de Homem-Christo kepada majalah Rolling Stone.