Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Hengki Haryadi mengatakan, kanal Youtube Aktual TV meraup keuntungan hingga Rp 2 miliar

oleh -505 views

Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Hengki Haryadi mengatakan, kanal Youtube Aktual TV meraup keuntungan hingga Rp 2 miliar dari berita bohong dan konten provokatif yang disebarkan dalam kurun waktu delapan bulan. Polres Metro Jakarta Pusat diketahui menetapkan Direktur PT Bondowoso Salam Visual Nusantara berinisial AZ dan dua tersangka lainnya sebagai tersangka atas penyebaran berita bohong alias hoax melalui kanal Aktual TV di Youtube.

“Dari hasil pemeriksaan kami mereka ternyata mengunggah konten-konten provokatif ini dengan tujuan materi. Dalam kurun waktu delapan bulan, mereka mendapatkan adsense Youtube itu kurang lebih Rp 1,8 miliar hingga Rp 2 miliar,” kata Hengki di Mapolda Metro Jaya pada Jumat (15/10/2021).

Hengki mengatakan, hasil pemeriksaan dengan para saksi, ahli, dan pihak-pihak lainnya, konten tersebut terdiri dari 765 konten. Sebagian besarnya berisi provokatif yang bisa memecah belah persatuan bangsa dan menimbulkan keonaran.

Berdasarkan hasil penelusuran pada 18.51 WIB, Jumat (15/10/2021) kanal Youtube Aktual TV terdiri dari 684 konten. Dalam deskripsi kanal youtube Aktual TV menyebutkan, kanal tersebut menyajikan berita politik terbaru, paling aktual, update dan terkini. Konten-konten itu dikemas dalam bentuk video viral dari berbagai sumber media online.

Berita bohong dan konten provokatif yang diunggah kanal youtube Aktual TV tersebut disebarkan lagi melalui akun-akun lain bahkan tersebar di platform media sosial.

“Ternyata dari Aktual TV ini, disebarkan lagi ke akun-akun lain bahkan tersebar di platform media sosial yang lain, di-download, disebarkan, Whatsapp, Twitter, dan sebagainya, viral. Sehingga ini sangat berbahaya,” ungkap Hengki.

Diketahui, Polres Metro Jakarta Pusat menetapkan Direktur PT Bondowoso Salam Visual Nusantara berinisial AZ jadi tersangka karena menyebarkan berita bohong alias hoax melalui kanal Aktual TV di Youtube. Selain AZ, polisi juga turut menetapkan dua orang lainnya, M dan AF, jadi tersangka

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan dengan Pasal 14 ayat (1) dan Pasal 14 ayat (2) KUHP dan atau Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Saat ini berkas ketiga tersangka telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat dan dalam waktu dekat pihak kepolisian akan segera menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada pihak kejaksaan untuk menyusun surat dakwaan. Nantinya, surat dakwaan akan dilimpahkan jaksa penuntut ke pengadilan untuk disidangkan.

No More Posts Available.

No more pages to load.