Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi keberanian sekuriti Gereja Katedral Makassar

oleh -398 views

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi keberanian sekuriti (petugas keamanan) Gereja Katedral Makassar yang menghalangi pelaku bom bunuh diri agar tidak masuk ke dalam gereja.

“Kami merasa prihatin, sekarang (sekuriti-red) sedang dirawat di rumah sakit Polri karena lukanya dan semoga lekas sembuh,” kata Kapolri dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (28/3/2021) malam.

Kapolri bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meninjau lokasi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolri dan Panglima menyempatkan diri mengunjungi korban ledakan bom yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Makassar.

Ia menyebutkan, bahwa ada dua orang korban terluka sudah selesai menjalani operasi.

“Kondisi korban sudah sadar dan bisa diajak bicara,” kata Listyo Sigit.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua terduga pelaku peledakan di depan Gereja Katedral Makassar menggunakan sepeda motor berusaha masuk ke halaman gereja namun sempat dicegah oleh sekuriti gereja.

728×90 Leaderbord

Menurut Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, petugas sekuriti yang dimaksud mengalami luka di bagian perut dan kepala. Bersama dengan korban luka lainnya, petugas sekuriti tersebut kini dalam perawatan di rumah sakit terdekat.

Belakangan diketahui petugas sekuriti gereja tersebut bernama Kosmas (51).

Jika dua terduga pelaku yang menggunakan sepeda motor matic nopol DD 5984 MD tersebut tidak dicegah, bukan tidak mungkin ledakan akan memakan korban lebih banyak.

Petugas sekuriti lainnya, Daeng Tampo (60), saat kejadian berada jauh dari lokasi ledakan, tapi juga terluka mengalami gagal pendengaran dampak dari ledakan bom tersebut.

Menurut Pastor Gereja Katedral Makassar, Romo Wilhelmus Tulak, ledakan terjadi saat pergantian ibadah. Jemaat yang beribadah pada sesi kedua sudah selsai dan pulang sekitar pukul 10 lebih dan ibadah ketiga sedianya akan diselenggarakan pada pukul 11.00. Dengan demikian ada beberapa jemaat yang masih ada di gereja.

“Salah satu petugas keamanan saya mencegah karena melihat ada yang mencurigakan. Kejadiannya sangat cepat,” kata Romo Wilhelmus kepada Beritasatu News Channel, Minggu (28/3/2021).

Kapolri dalam kesempatan di Makassar meminta masyarakat agar tenang dan tidak panik terkait aksi bom bunuh diri. Masyarakat diminta tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa.

“Kami TNI-Polri akan memberikan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat,” kata Sigit.

Ledakan dilaporkan terjadi sekitar pukul 10.20 Wita menyebabkan dua korban meninggal. Mereka diduga pelaku bom bunuh diri. Ledakan juga mengakibatkan 20 orang dari masyarakat umum serta sekuriti mengalami luka-luka.