Kasus perundungan yang menyeret nama anak sulung Vincent Rompies mencuri perhatian masyarakat.

 Kasus perundungan yang menyeret nama anak sulung Vincent Rompies mencuri perhatian masyarakat.

SELEBRITAS77 Dilihat

Kasus perundungan yang menyeret nama anak sulung Vincent Rompies mencuri perhatian masyarakat. Ternyata artis Teuku Zacky juga mengunggah di media sosialnya terkait insiden perundungan di salah satu sekolah.

“Telah terjadi baru-baru ini di lingkungan internasional, hal yang sangat serius dan tidak bisa dianggap sepele. Jaga anak-anak kita jangan sampai menjadi korban atau pelaku bullying yang sangat membahayakan dan mengancam nyawa anak yang dititipkan di sekolah yang kita pilih dan percaya untuk mendapatkan pendidikan yang baik,” tulis Teuku Zacky seperti dikutip Beritasatu.com, Selasa (20/2/2024).

Dalam unggahannya tersebut, pria asal Aceh itu menceritakan kronologi perundungan yang dilakukan oleh sejumlah anak. Informasi tersebut didapatkan oleh salah satu keluarga korban,

Diceritakan, bullying tersebut dilakukan oleh sekelompok geng di salah satu sekolah internasional. Geng itu kemudian melakukan hal tercela, dengan dalih sebagai tes fisik untuk bisa masuk ke dalam geng tersebut.

Terjadi pada 2 Februari 2024
Awal mula kejadian insiden perundungan itu bermula pada 2 Februari 2024. Menurut keterangan keluarga korban, calon  anggota yang dirundung itu diikat di sebuah tiang. Selanjutnya, korban mendapat perundungan dari seniornya dengan cara dicekik, dipukul di bagian belakang tubuhnya menggunakan kayu hingga ke area perut.

“Tanggal 2 Februari korban dipiting, dicekik, diikat di tiang, ditendangin, diludahin bergantian, disundut pakai rokok badannya. Dipukul pakai kayu dari belakang, dihajar perutnya dan ditonton banyak orang dan banyak lagi yang diceritakan oleh ibu dari korban ini,” terangnya.

Satu hari sebelum pemilu, korban kembali mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan. Menurut informasi, korban bullying tersebut dianiaya dengan cara disundut bagian tubuhnya dengan korek api.

“Sebelum pemilu, (korban) dihajar lagi dan tangannya dibakar pakai korek api yang  dipanasin dan kejadian ini divideokan,” tutur Zacky.

15 Februari 2024 Perundungan Masih Berlanjut
Seusai pemilu, perundungan tersebut kembali terjadi tepatnya pada 15 Februari 2024. Namun kali ini, aksi para geng itu digagalkan setelah ibu korban bertindak tegas.

Genk ini menyebutkan kalau hal tersebut baru pemanasan dan akan berlanjut di hari Kamis. Untungnya ibu korban ini keburu  mengetahui dan langsung bertindak,” tulisnya.

Korban Diancam
Salah satu penyebab korban enggan melapor perundungan yang terjadi kepadanya, yaitu adanya ancaman. Jika korban nekat, maka akan diperlakukan lebih sadis lagi.

Selain itu, geng anggota tersebut juga mengancam akan melecehkan hingga membunuh adik korban yang baru kelas 6 SD.

Korban ini tidak melawan karena diancam, kalau melapor dan melawan adiknya yang kelas 6 SD akan dianiaya, dilecehkan dan bahkan diancam dibunuh,” jelasnya.

Saat aksi mereka ketahuan, bukannya kapok, geng tersebut malah berencana akan melakukan aksi yang lebih sadis lagi kepada korban.

“Karena ketahuan menceritakan kepada salah satu keluarganya, lalu korban ini dibakar kulitnya dan genk ini merencanakan akan ada part 2-3 yang akan menggunakan pisau,” tulis Teuku Zacky.