Keamanan transportasi online (daring) menjadi prioritas semua pihak

0 26

Keamanan transportasi online (daring) menjadi prioritas semua pihak. Namun praktik jual beli akun pengemudi ojek online (ojol) dapat memicu masalah keamanan serius. Oleh karena itu, operator transportasi daring perlu memaksimalkan beragam fitur teknologi keamanan.

Saat ini, pengemudi transportasi daring sudah menjadi salah satu pekerjaan yang diminati oleh kebanyakan orang di sejumlah area di Indonesia karena cukup menjanjikan. Kondisi ini sekaligus memicu praktik jual beli akun pengemudi dengan beragam modus dan motif ekonomi.

Namun pendaftaran mitra pengemudi sekarang ini dianggap terlalu ketat dan merepotkan. Mitra harus melalui pendaftaran daring ataupun luring, mengisi beberapa formulir, tes keamanan serta kemampuan berkendara dan berkas dokumen yang harus dilengkapi.

Prosedur itulah yang menjadi alasan utama terjadinya kegiatan jual beli akun pengemudi transportasi daring. Hal ini menambah potensi risiko kejahatan dan kriminalitas yang terjadi saat sedang menggunakan jasa transportasi daring.

Apabila pengemudi ojol yang digunakan tidak terdaftar secara resmi, pencegahan dan penanganan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akan lebih sulit untuk dilakukan.

“Sebenarnya yang paling mudah dari kasus ini adalah konsumen jangan pernah menerima jika ojol yang dipesan berbeda nama atau nomor tanda kendaraan. Ini menjadi edukasi bagi yang memperjualbelikan akun ojol, karena secara langsung konsumen hanya memilih yang benar dan sesuai dengan identitas di aplikasi,” kata Yudhi Kukuh, IT Security Consultant PT Prosperita – ESET Indonesia dalam keterangannya di Jakarta, baru-baru ini.

Komunikasi Perantara

Yudhi Kukuh mengungkapkan soal data pelanggan, selama nomor pelanggan langsung tertera di driver setelah ada pemesanan, agak sulit. Harus ada komunikasi perantara selain nomor telepon. Misalnya di salah satu perusahaan penyedia jasa transportasi daring sudah ada fasilitas pesan instan, hendaknya dioptimalkan.

Menurut Yudhi, fitur keamanan verifikasi wajah ini cukup bagus diterapkan oleh perusahaan penyedia jasa transportasi daring sehingga memperkecil kemungkinan adanya oknum mitra pengemudi yang memperjualbelikan akunnya. Namun masih terlalu dini karena harus uji coba terlebih dahulu.

“Upaya verifikasi wajah ini cukup bagus ya, tapi harus disesuaikan dulu dengan perangkat infrastrukturnya. Saat ini, teknologi pengenalan wajah belum cukup matang untuk smartphone yang bisa digunakan massal. Tetapi teknologi tersebut bisa dicoba agar algoritmanya mature seiring berjalannya waktu. Teknologi itu harus belajar dulu agar semakin pintar, biasanya ada artificial intelligence (AI) yang bisa dipakai sebagai machine learning,” tuturnya.

Meskipun infrastruktur teknologi face verification ini masih perlu diteliti dan ditingkatkan lagi, kata Yudhi, perusahaan penyedia jasa transportasi daring seharusnya sudah bisa memulai mengadaptasi fitur ini sehingga celah terjadinya kecurangan bisa diminimalisasi. Alhasil, pengguna maupun mitra pengemudi bisa semakin nyaman menggunakan jasa ini.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Chat DJ