Kelompok Negara Tujuh (G-7) sedang mempertimbangkan proposal Amerika Serikat (AS) untuk melawan apa yang dilihat Gedung Putih

oleh -366 views

Kelompok Negara Tujuh (G-7) sedang mempertimbangkan proposal Amerika Serikat (AS) untuk melawan apa yang dilihat Gedung Putih sebagai paksaan ekonomi Tiongkok.

Seperti dilaporkan Bloomberg, Rabu (5/5/2021), satu proposal diedarkan sebelum pertemuan dua hari para menteri luar negeri G-7 di London, menurut para pejabat, yang diberikan anonimitas untuk membahas pembicaraan pribadi.

“Pertemuan para pejabat pada Selasa (4/5) menghabiskan sekitar 90 menit membahas cara-cara Tiongkok yang mencoba membuat negara dan individu melakukan apa yang diinginkannya melalui Belt and Road Initiative atau dengan meratakan ancaman ekonomi,” menurut seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri yang berbicara dengan syarat anonim.

Menurut diplomat lain, AS menginginkan mekanisme konsultasi yang akan melibatkan G-7 – serta pemangku kepentingan lainnya – untuk memastikan tanggapan terkoordinasi terhadap langkah Tiongkok dan dengan tujuan memperkuat ketahanan negara-negara G-7.

Inisiatif ini bertepatan dengan penguatan Jerman, Italia, dan Prancis yakni tiga negara Uni Eropa yang berpartisipasi dalam G-7 – saat mereka mulai bersekutu dengan pemerintahan Biden dalam perselisihannya dengan Tiongkok.

Sebagai tuan rumah G-7, Inggris berusaha untuk mencapai keseimbangan di Tiongkok, menyerukan dugaan pelanggaran hak asasi manusia sambil tetap membuka pintu untuk bidang kerja sama, seperti tentang perubahan iklim.

Tantangan bagi pemerintahan Boris Johnson adalah menghindari membingkai G-7 sebagai anti-Tiongkok di bawah kepemimpinannya.

Inggris telah meninggalkan UE dan ingin membuat kesepakatan perdagangannya sendiri di seluruh dunia, termasuk dengan AS dan India. Negara-negara Eropa juga berusaha untuk mengambil garis tipis antara meminta pertanggungjawaban Tiongkok atas catatan hak asasi manusianya sambil tidak mengasingkan mitra ekonomi utamanya.

Menteri Luar Negeri Antony Blinken tiba di London awal pekan ini untuk meletakkan dasar bagi KTT Presiden Joe Biden dengan para pemimpin G-7 pada bulan Juni.

“Tujuan kami bukan untuk menahan Tiongkok, tapi untuk menegakkan tatanan berbasis aturan inilah yang menjadi tantangan bagi Tiongkok. Siapa pun yang menantang tatanan itu, kami akan berdiri dan mempertahankannya,” kata Blinken dalam wawancara dengan CBS News ’60 Minutes yang disiarkan pada hari Minggu.

No More Posts Available.

No more pages to load.