Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melaporkan lebih 123.000 warga negara Indonesia (WNI) sudah dipulangkan ke dalam negeri pasca-merebaknya pandemi Covid-19

0 125

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melaporkan lebih 123.000 warga negara Indonesia (WNI) sudah dipulangkan ke dalam negeri pasca-merebaknya pandemi Covid-19. Hingga kini, masih banyak WNI khususnya yang memiliki izin tinggal, masih bertahan di luar negeri.

Hal itu diungkapkan Direktur Kerjasama Internasional dan Pelucutan Senjata Kemlu Andi Rahmiyanto dalam rapat dengan Panja Ketahanan Nasional Komisi I DPR, di Jakarta, Selasa (17/7/2020).

Andi mengatakan, misi diplomasi Kemlu diarahkan pada penguatan misi perlindungan WNI dari Covid-19, dan membuka akses kerja sama internasional dalam melindungi WNI. Berbagai kegiatan sudah dilakukan seperti evakuasi WNI dari Wuhan Tiongkok dan anak buah kapal (ABK) Diamond Princess dari perairan Jepang. “Untuk mendukung arahan presiden, kami juga bentuk Gugus Tugas di Kemlu, sehingga mendukung semua tugas,” kata Andi.

Revisi anggaran juga dilakukan untuk batuan sosial (bansos) dan bantuan medis WNI yang tinggal di luar negeri. Selain itu, memfasilitasai repatriasi mandiri WNI yang mendesak seperti anak buah kapal (ABK) yang terkena PHK dan pekerja migran yang putus kontrak. “Pemerintah juga meminta perwakilan agar WNI yang kembali ke Indonesia dites polymerase chain reaction (PCR) untuk menghindari penyebaran,” kata Andi.

Untuk WNI yang punya izin tinggal di luar negeri, diminta tetap di negara tempat itu masing hingga penanganan Covid-19 di Indonesia terkendali. “Sejauh ini jumlah kepulangan WNI adalah 123.319 orang. Lebih dari 100.000 telah berhasil direpatriasi mandiri dari 53 negara. Dari jumlah itu, dari Malaysia itu 88.710 orang,” katanya.

Penanganan khusus diberikan kepada jemaah tabligh di 11 negara sejumlah 1.000 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 408 orang telah kembali ke dalam negeri.

Sementara Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) semula sekitar Rp 58,8 miliar dengan pagu diterima Rp 52,38 miliar. Lalu Kemlu mendapatkan tambahan dana realokasi hingga Rp 14 miliar. “Sejauh ini penyerapannya baru mencapai 8,52 persen,” kata Andi.

Anggota Komisi I DPR, Dave Fikarno, meminta agar Kemlu selalu memutakhirkan data soal status WNI terkait Covid-19. Sebab pihaknya menduga ada saja WNI di luar negeri yang tidak melaporkan status terpapar Covid-w9 karena perasaan takut.

Secara khusus Dave meminta agar Kemlu memberi perhatian terhadap WNI yang menjadi pengusaha UKM di luar negeri. Dia memberi contoh WNI pemilik restoran di AS yang kini gulung tikar karena pandemi corona. “Apakah ada rencana membantu mereka supaya tak gulung tikar? Misal di LA, ada resto Indonesia yang tutup karena Covid-19,” kata Dave.

Merespons itu, Andi mengatakan pihaknya tak membantah ada WNI yang tak berani melapor. Namun jumlahnya tak banyak. Pihaknya akan terus menerus memastikan data selalu mutakhir.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Chat DJ