Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) melalui Galeri Nasional Indonesia mengadakan tur virtual anak

oleh -582 views

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) melalui Galeri Nasional Indonesia mengadakan tur virtual anak dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional (HAN) 2021. Acara tersebut berkolaborasi dengan theAsianparent (tAp) Indonesia untuk menghadirkan tur virtual anak dengan memanfaatkan teknologi video 360 derajat dan layar hijau (green screen).

Rencananya tur ini akan digelar Jumat (23/7/2021) pukul 10.00-11.30 WIB.

“Virtual khusus anak baru pertama kalinya di Galeri Nasional. Tentunya, materi tur virtual juga disesuaikan. Anak-anak akan diajak mengenal seni rupa dengan bahasa yang mudah dimengerti dan tentunya dikemas semenarik mungkin agar anak-anak tertarik untuk belajar,” kata Kepala Galeri Nasional, Pustanto, lewat siaran pers Kemdikbudristek, Kamis (22/7/2021).

Acara yang digelar melalui aplikasi Zoom tersebut dapat diikuti secara gratis dengan mendaftar melalui tautan bit.ly/tapvtrori3. Dalam acara itu juga memuat program edukasi untuk mengenal kekayaan warisan budaya Indonesia sejak dini.

Karena pesertanya anak-anak, maka karya yang dipilih untuk disajikan adalah karya dengan objek yang dekat dengan anak atau sering ditemui anak dalam keseharian, seperti figur ibu, kakak, adik, tanaman, hewan, pasar, kapal, bentuk-bentuk geometri, dan warna.

“Objek-objek tersebut ada dalam karya Raden Saleh ‘Kapal Tenggelam, Basoeki Abdullah ‘Kakak dan Adik, Affandi ‘Ibu’, Kartono Yudhokusumo ‘Anggrek’, Suromo DS ‘Pasar’, Popo Iskandar ‘Kucing’, Handrio ‘Komposisi’, dan karya tokoh-tokoh penting lainnya yang berkontribusi dalam perkembangan seni rupa Indonesia,” ujar Pustanto.

Pustanto menjelaskan bahwa tur yang akan dipandu oleh tim Galeri Nasional Indonesia mengajak peserta tur untuk mengenal karya dan tokoh seni rupa melalui pameran tetap koleksi Galeri Nasional Indoensia.

Dia menambahkan pameran khusus anak disajikan melalui tiga pendekatan kuratorial.

Pertama, Monumen Ingatan, yang menampilkan karya-karya koleksi Galeri Nasional yang dikontekstualisasikan dengan perkembangan sejarah nasional.

Kedua, Paris 1959 Jakarta 1995, yang menampilkan karya-karya koleksi internasional Galeri Nasional yang bersumber dari dua peristiwa penting, yaitu hibah seniman-seniman dunia yang berbasis di Paris pada tahun 1959 melalui Atase Kebudayaan dan Pers, Bapak Ilen Surianegara serta hibah dari seniman peserta pameran Gerakan Non-Blok tahun 1995 di Jakarta.

Ketiga, Kode/D merupakan pameran tematik yang secara berkala memamerkan sejumlah koleksi dari 20 tahun akusisi karya seni rupa GNI dalam rentang tahun 1999 sampai 2019.

“Tokoh dan karya-karya yang ditampilkan, diharapkan dapat mendorong anak-anak untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitasnya.Bagi pendamping anak-anak, seperti para orang tua dan para pendidik, materi tur virtual ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan referensi dalam mengenalkan seni rupa kepada anak-anak,” kata Pustanto.

No More Posts Available.

No more pages to load.