Ketidakjelasan kompetisi sepakbola membuat beberapa klub mulai terkena imbasnya. Kali ini, Persipura Jayapura resmi membubarkan tim

oleh -1.377 views

Ketidakjelasan kompetisi sepakbola membuat beberapa klub mulai terkena imbasnya. Kali ini, Persipura Jayapura resmi membubarkan tim karena tak bisa terus-menerus menunggu dalam ketidakpastian, karena masalah finansial.

Sejatinya Persipura Jayapura punya peluang tampil di Piala AFC 2021 melalui jalur play-off. Namun, klub berjuluk Mutiara Hitam itu harus mengakui bahwa situasi saat ini tidak memungkinkan untuk mereka tetap bertahan.

Pihak klub menginformasikan hal ini pada 6 Januari, dengan keterangan bahwa mundurnya salah satu sponsor membuat klub kebingungan untuk tetap “bernafas”. Hal ini diungkapkan langsung oleh Benhur Tomi Mano, ketua umum Persipura.

“Kami putuskan Persipura hentikan seluruh aktivitas, situasi finansial semakin sulit bagi kami untuk terus membayar gaji pemain, pelatih dan seluruh ofisial. Hal ini karena Bank Papua sudah memastikan bahwa mereka tidak dapat membayarkan sisa kontrak yaitu Rp 5 miliar,” tutur Tomi Mano.

“Jadi terhitung sejak kompetisi terhenti bulan Maret tahun lalu, Persipura Jayapura hanya disokong oleh PT Freeport, Kuku Bima, dan anggaran dari manajemen, walau pun kompetisi tidak berjalan, tetapi Kami tetap membayar gaji seluruh pemain, pelatih dan ofisial,” sambung BTM, sapaan akrabnya.

“Kami sangat sayangkan situasi ini, padahal kami punya kesempatan untuk berlaga di Piala AFC 2021, karena tidak mungkin kami paksakan tim berjalan tanpa membayar gaji pemain, pelatih dan ofisial.”

“Kami juga kaget dengan kepastian Bank Papua yang tidak bersedia membayar sisa kontrak, padahal kami dengar yang disampaikan oleh Komisaris Utama adalah akan tetap ada dana untuk pembinaan pemain Persipura wala upun kompetisi tidak berjalan. Tapi ternyata tidak bisa dibayarkan.”

728×90 Leaderbord