Ketika membeli mobil bekas, ada banyak faktor yang dilihat pembeli

 Ketika membeli mobil bekas, ada banyak faktor yang dilihat pembeli

Tips149 Dilihat

Ketika membeli mobil bekas, ada banyak faktor yang dilihat pembeli. Selain jarak tempuh atau keausan yang cukup jelas, ternyata ada satu faktor lain yang juga menjadi pertimbangan, yaitu warna cat mobil.

Dilansir dari Slash Gear, Mingggu (9/7/2023), studi yang dilakukan oleh iSeeCars, sebuah perusahaan riset dan penelusuran mobil berbasis data, menunjukkan bahwa warna mobil dapat memengaruhi nilai jualnya jika dibandingkan dengan mobil sejenis dengan merek, tahun, dan model yang sama, bahkan selisihnya sampai U$ 5.000 atau sekitar Rp 75 juta dengan kurs US$ 1 sama dengan Rp 15.000.

Menggunakan data harga yang dikumpulkan selama setahun terakhir dari lebih dari 1,3 juta mobil bekas berusia tiga tahun, studi terbaru iSeeCars menyoroti warna yang biasanya dijual dengan harga lebih tinggi.

“Warna kendaraan merupakan salah satu pertimbangan utama setelah pembeli memutuskan merek dan model mobil,” kata analis eksekutif iSeeCars, Karl Brauer.

Karenanya, Brauer menekankan pentingnya memilih warna cat dengan bijaksana, karena pilihan yang tepat dapat membantu mengurangi depresiasi nilai jual kendaraan bekas.

Laporan terbaru dari iSeeCars menunjukkan beberapa perbedaan dalam pilihan warna terbaik dan terburuk untuk jenis kendaraan tertentu dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kuning adalah pilihan warna yang baik untuk mobil Anda. Baik dalam laporan tahun 2022 maupun 2023, mobil kuning mengalami depresiasi nilai yang paling rendah setelah tiga tahun pemakaian. Laporan tahun ini menemukan bahwa mobil kuning kehilangan 13,5% dari nilai jualnya (rata-rata US$ 6.588) dibandingkan dengan rata-rata depresiasi 22,5% pada semua kendaraan berusia tiga tahun (US$ 9.674). Warna kuning juga menduduki peringkat teratas untuk jenis kendaraan tertentu, termasuk coupe dan SUV.

Tingginya nilai jual kembali mobil kuning mungkin tidak hanya berhubungan dengan kesenangan estetika dari warna tersebut, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor penawaran dan permintaan.

“Mobil kuning terus menunjukkan perbedaan yang signifikan antara jumlah produksi dan permintaan konsumen. Meskipun tidak banyak orang yang menginginkan mobil kuning, tampaknya ada lebih banyak orang yang menginginkannya daripada jumlah mobil kuning yang tersedia, dan itulah mengapa nilai jualnya tetap tinggi di pasar mobil bekas,” kata Brauer.

Meskipun oranye menduduki peringkat kedua tertinggi dalam laporan tahun lalu, warna tersebut turun ke peringkat ketiga dalam laporan tahun ini. Posisi kedua ditempati oleh warna krem, yang hanya mengalami depresiasi sebesar 17,8% setelah tiga tahun. Di tempat ketiga ada warna oranye, iikuti warna hijau dan merah.

Pilihan warna ini sangat bergantung pada segmen kendaran. Jika Anda menjual sedan bekas, penyusutan harga paling kecil adalah mobil berwarna coklat, diikuti warna merah, jingga, biru, dan krem.

Warna Terburuk
Untuk seluruh segmen kendaraan, tidak ada warna yang dapat menurunkan nilainya lebih dari warna emas. Keseluruhan kendaraan dengan warna emas kehilangan 25,9% nilainya selama tiga tahun.

Terlepas dari popularitas warnanya di kalangan pemilik sedan dan truk, cokelat masih menduduki peringkat terendah kedua secara keseluruhan. Hitam adalah warna terburuk ketiga mengingat betapa umum warna hitam sebagai pilihan kendaraan.

“Perhatikan bagaimana dua warna yang paling populer, perak dan hitam, berada di dekat bagian bawah daftar. Banyak konsumen dan dealer cenderung menganggap warna-warna ini ‘aman’ dalam hal penerimaan yang luas, tetapi mereka terlalu umum untuk membantu sebuah mobil mempertahankan nilainya,” kata Brauer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *