Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) atau National Olympic Committee (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari mengakui posisi Indonesia sudah tertinggal dari Brisbane

oleh -384 views

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) atau National Olympic Committee (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari mengakui posisi Indonesia sudah tertinggal dari Brisbane, Australia sebagai saingan tuan rumah Olimpiade 2032 mendatang.

“Brisbane saat ini berstatus preferred host sementara Indonesia adalah continuous dialogue,” katanya saat konferensi pers virtual bersama Menpora Zainudin Amali usai rapat bersama di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora), Jumat (30/4/2021).

Oleh karena itu, menurutnya, keputusan Presiden Joko Widodo untuk pencalonan olimpiade menjadi penguat dalam persaingan dengan negara-negara lain.

“Keputusan Presiden Joko Widodo ini menjadi mesin baru yang dipasang di kendaraan kita agar lebih cepat lagi untuk bisa mengejar Brisbane. Insyaallah akan membuat kita semakin cepat melaju,” kata Oktohari.

Menurutnya, ketinggalan Indonesia dari Brisbane karena mereka lebih duluan mengirimkan letter of intent dan proposal. Dia pun optimistis mampu mengejar kertetinggaln tersebut.

“Ini cuma masalah waktu, tetapi kita menempel dengan ketat. Dengan keputusan presiden ini bisa lebih cepat lagi,” ujar Oktohari.

Dia menambahkan, Indonesia sangat siap untuk menjadi tuan rumah olimpiade, bahkan jika ajang olahraga internasional itu digelar saat ini. Bukan tanpa alasan, hal tersebut berkaca dari kesuksesan penyelenggaran Asian Games dan Asian Para Games 2018 di Jakarta-Palembang.

“Jangankan 2032, sekarang pun kita siap untuk olimpiade. Kenapa? Karena sukses Asian Games dan Asian Para Games yang kita dapatkan. Itu yang membuat kita cukup confident dan sudah mendapatkan dukungan dari beberapa negara bahwa ini akan menjadi legasi baru olimpiade pertama di Asia Tenggara,” ucapnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.