Ketua Setara Institute Hendardi menilai kegagalan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lolos dalam asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) merupakan hal yang biasa dan lumrah

oleh -233 views

Ketua Setara Institute Hendardi menilai kegagalan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lolos dalam asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) merupakan hal yang biasa dan lumrah. Untuk itu, Hendardi meminta kegagalan para pegawai lembaga antikorupsi dalam tes yang menjadi syarat alih status menjadi aparatur sipil negara (ASN) tersebut tidak perlu diperdebatkan.

“Kabar tidak lolosnya sejumlah pegawai KPK dalam alih status menjadi ASN adalah hal biasa dan tidak perlu memantik perdebatan. Ada yang lolos dan ada yang gagal adalah lumrah,” kata Hendardi dalam keterangan yang diterima.

Hendardi menyatakan tes ASN biasa dilakukan secara kuantitatif dan obyektif, termasuk menggunakan vendor pihak ketiga. Dalam asesmen TWK untuk para pegawai KPK yang melakukan tes adalah Badan Kepegawaian Negara (BKN). Dikatakan, hal yang bisa dipastikan, pemerintah saat ini sedang giat menangani intoleransi dan radikalisme yang terus mengikis ideologi Pancasila di lingkungan ASN, TNI, Polri, universitas dan sekolah-sekolah, termasuk tentu saja KPK.

“Siapa pun yang dalam dirinya bersemai intoleransi dan radikalisme, maka bisa saja tidak lolos uji moderasi bernegara dan beragama,” tegas Hendardi.

Seperti diberitakan, KPK membenarkan sebanyak 75 pegawai tidak lulus asesmen TWK yang dilakukan BKN. Tes tersebut merupakan salah satu syarat alih status pegawai KPK menjadi ASN.

 

No More Posts Available.

No more pages to load.