Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta memperhatikan aspek psikologis masyarakat terkait pencoblosan surat suara pada Pemilu 2024

Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta memperhatikan aspek psikologis masyarakat terkait pencoblosan surat suara pada Pemilu 2024

Nasional136 Dilihat

Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta memperhatikan aspek psikologis masyarakat terkait pencoblosan surat suara pada Pemilu 2024 di tempat-tempat yang tengah terdampak bencana alam.

Hal tersebut disampaikan Sosiolog Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Asep Suryana, Selasa (13/2/2024). Ia mengatakan, KPU harus memperhatikan aspek psikologis terlebih dahulu mengingat masyarakat setempat baru terkena musibah.

“KPU harus mengantisipasi trauma psikologis yang dialami akibat bencana alam itu. Akibat bencana alam itu, orang fokusnya bukan pada pemungutan suara atau pencoblosan, tetapi bagaimana mereka survive (bertahan hidup),” ujar Asep .

Asep menyatakan, masyarakat yang terdampak bencana memiliki rasa trauma sehingga harus dibantu terlebih dahulu. Oleh karena itu, ia menyarankan agar KPU dapat menangani hal tersebut dengan bantuan pihak-pihak terkait.

“Jadi aspek survive dan bantuan mobilitas, kemudian trauma itu harus dibantu terlebih dahulu. Nah, KPU bisa minta bantuan kepada aparat pemerintah yang ahli di bidang itu, trauma psikologis dan lain sebagainya, maupun dari kelompok-kelompok sosial masyarakat yang juga punya keahlian di bidang itu,” ungkapnya.

Dalam hal penanganan bencana di tengah pemilu, Asep menegaskan bahwa pemerintah harus turun tangan. Pemerintah, katanya, harus memberikan bantuan kepada masyarakat sampai lingkungan setempat yang terdampak bencana dapat pulih.

“Negara harus hadir ketika menghadapi bencana melalui lembaganya mungkin BNPB, atau pemerintah daerah. Pemerintah daerah, lembaga, dan dinas sosial itu harus bekerja membantu mengurangi kesulitan hidup akibat bencana. Itu tetap dilakukan karena prinsipnya negara harus hadir, harus membantu apalagi ketika masyarakat lumpuh,” jelas Asep.

Sementara itu, berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilu, Asep mengatakan bahwa KPU dapat memberikan solusi dengan pemilu susulan atau pemindahan tempat pemungutan suara (TPS). Namun dengan catatan, aspek traumatis dan psikologis masyarakat telah diatasi.

“Pertama, diundur waktunya. Kedua, bisa saja dipindahkan lokasi pemungutan suara kemudian dibantu agar para pemilih itu bisa mencapai lokasi pemungutan suara dengan baik,” ucap Asep.

Diketahui, sejumlah wilayah di Indonesia tengah terjadi bencana hidrometeorologi menyusul musim penghujan yang masih berlangsung. Salah satu wilayah yang baru-baru ini terdampak bencana alam adalah Demak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak mencatat, dampak banjir melibatkan dua kecamatan, yaitu Kecamatan Karanganyar dan Kecamatan Gajah. Sebanyak 19 desa terendam banjir, dengan total 28.287 jiwa terdampak. Selain itu, 20.772 jiwa mengungsi di 59 lokasi pengungsian yang tersebar dari Demak hingga Kabupaten Kudus.