Komunitas perfilman berharap pelaksanaan Ekraf Film Festival 2020 dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat (Jabar) berlanjut selepas pandemi Covid-19

oleh -1.276 views

Komunitas perfilman berharap pelaksanaan Ekraf Film Festival 2020 dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat (Jabar) berlanjut selepas pandemi Covid-19. Festival film pendek yang pendaftarannya dibuka sejak Juli 2020 berhasil menghimpun dan memberi dukungan pada 223 karya untuk delapan kategori yang dilombakan.

Editor film sekaligus juri untuk kategori film fiksi, Cesa David Lukmansyah mengapresiasi festival yang mau menyertakan karya film pendek dari berbagai komunitas di Indonesia ini. Penyelenggaraan festival semasa pandemi ini memberikan angin segar bagi komunitas perfilman untuk tetap berkreasi.

“Film adalah kerja kolaborasi, gotong royong,” kata Cesa di sela-sela pengumuman pemenang Ekraf Film Festival 2020 di Gedung Budaya Sabilulungan, Sorenag, Kabupaten Bandung, belum lama ini.

Ketua Umum Asosiasi Dokumentaris Nusantara yang juga juri dalam kategori video dokumenter Ekraf Film Festival 2020, Tonny Trimarsanto mengungkapkan, karya-karya peserta yang masuk memperlihatkan energi dan semangat besar di tengah pandemi. Peserta berhasil memotret kondisi krisis dengan tetap mengedepankan kreativitasnya. Tonny berharap festival ini bisa jadi momentum bagi para sineas dalam bidang film dokumenter, khususnya di Jabar, untuk tetap produktif.

“Lewat film festival kita bisa menggali potensi ekonomi kreatif di sekitar kita,” imbuhnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jabar, Dedi Taufik memaparkan, festival sebagai apresiasi serta penghargaan dari pemerintah bagi mereka yang mengembangkan ekonomi kreatif.

“Yang akan kita tingkatkan sebagai sarana edukasi informasi dan para pelaku industri kreatif, khususnya insan perfilman di Jabar,” terang Taufik.

728×90 Leaderbord

Gubernur Provinsi Jabar, Ridwan Kamil juga mendukung festival film ini karena bisa memperlihatkan kreativitas tanpa batas oleh anak bangsa.

MGID In-article

“Film ini multifungsi. Hiburan bisa, edukasi, informasi, dan bisa jadi inspirasi bagi penontonnya. Semangat ini yang harus tetap dijaga,” paparnya.

Pemenang
Setelah melalui proses penilaian, tim juri dokumenter yang terdiri dari Tonny Trimarsanto, sutradara sekaligus pengajar dokumenter di Institut Kesenian Jakarta, Erlan Basri, dan sinematografer Anggi Frisca memutuskan film Wanita Tani karya Tujuh Sekawan sebagai juara pertama film dokumenter Ekraf Film Festival 2020.

Posisi dua direbut film Senjakala Reka produksi Mulih Films, dan posisi tiga menjadi milik film Si Macan Liar karya Kanssasinema.

Tonny memaparkan, karya-karya yang masuk nominasi ini sudah menampilkan pencapaian teknis, dramaturgi, serta cara bercerita yang baik.

“Tema variatif, isu, gaya tuturnya beragam. Ini menggembirakan,” kata Tonny.

Sementara juri film fiksi, selain Cesa, sinematografer Yudi Datau, sutradara sekaligus produser, Sofyana Ali memilih film Kemanten produksi Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta sebagai pemenang kategori film fiksi umum. Pada posisi dua dan tiga, masing-masing, film Try Again dari Dowo House Sinema dan Kalepasan produksi Dialectica.

Pada kategori fiksi pelajar, juri memilih film Kampung Ghibah produksi Kampung Dongeng sebagai juara pertama Ekraf Film Festival 2020. Diikuti oleh film Hasta dari GEO Cinema dan film Terima Kost Putra karya Pedia Production.

“Diskusi juri alot buat memutuskan tiga film yang paling mewakili originalitas karya, muatan pesan, sensasi sinematik, serta kesesuaian dengan tema stay creative unlimited,” terang Cesa.

Bagi masyarakat yang penasaran, nantinya karya-karya para nominator ini juga bisa dilihat dalam kanal YouTube Disparbud Jabar.

MGID In-article