Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau kembali memfasilitasi pemulangan mandiri sebanyak 103 warga negara Indonesia

oleh -359 views

Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau kembali memfasilitasi pemulangan mandiri sebanyak 103 warga negara Indonesia (WNI) melalui Pelabuhan Internasional Tawau menuju Nunukan, Kalimantan Utara. Para WNI tersebut terdiri dari 71 laki-laki dan 32 perempuan.

“Mereka adalah pekerja migran Indonesia (PMI) yang telah selesai masa kontrak kerjanya dan juga WNI pelawat yang tidak bisa kembali ke Tanah Air akibat ditutupnya Pelabuhan Feri Tawau yang selama ini menjadi akses keluar masuk utama,” sebut siaran pers dari KRI Tawau yang diterima, Senin (3/5/2021).

Bupati Pesawaran

Pelabuhan Feri Tawau menjadi akses utama khususnya dari wilayah Kalimantan Utara menuju Sabah, Malaysia, atau sebaliknya. Para WNI pulang ke tanah air dengan menggunakan KM Purnama Express yang sengaja didatangkan secara khusus dengan menyeberangkan mereka menuju Nunukan, Kalimantan Utara. Selanjutnya, para WNI diteruskan menuju daerah domisili masing-masing setelah menjalankan serangkaian proses yang harus dilalui setibanya di Nunukan.

Para WNI ini berasal dari berbagai wilayah di Indonesia antara lain Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Pulau Jawa. Mereka telah terlebih dahulu mendaftarkan diri kepada KRI Tawau dan mendapatkan izin dari otoritas terkait di Sabah, Malaysia. Setelah mendapatkan persetujuan, baru kemudian diaturkan teknis pelaksanaan pemulangannya.

“Mengingat masih dalam suasana pandemi Covid-19, pelaksanaan program pemulangan khusus ini menerapkan SOP kesehatan yang ketat,” tambah siaran pers KRI Tawau.

Peserta WNI maupun petugas wajib menjaga jarak, menggunakan hand sanitizer, masker, sarung tangan dan lainnya. Seluruh peserta yang mendaftar juga diwajibkan melampirkan hasil PCR Test terbaru sebagai salah satu persyaratan pendaftaran program pemulangan.

Pemerintah Malaysia sampai saat ini masih belum mengizinkan pelabuhan feri Tawau beroperasi secara normal. Sejak mulai diberlakukannya Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) oleh Pemerintah Malaysia karena adanya pandemi Covid-19 mulai Maret 2020.

728×90 Leaderbord

KRI Tawau, Sabah, sejauh ini telah memfasilitasi pemulangan 1.092 orang WNI Stranded. Jumlah ini diluar pemulangan deportasi dan repatriasi pelajar yang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Indonesia.