KPK mengingatkan mantan Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin mengenai adanya ancaman pidana bagi pihak yang memberikan keterangan palsu

oleh -241 views

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan mantan Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin mengenai adanya ancaman pidana bagi pihak yang memberikan keterangan palsu di persidangan. Peringatan ini disampaikan Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata menanggapi bantahan-bantahan yang disampaikan Azis saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan suap penanganan perkara dengan terdakwa mantan penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (25/10/2021) kemarin.

“Sebenarnya keterangan palsu itu kan ada sanksinya, makanya kemarin kan sudah diingatkan oleh salah satu majelis hakim konsekuensi kalau memberikan keterangan yang tidak benar,” kata Alex, sapaan Alexander Marwata di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (26/10/2021).

Azis membantah sejumlah keterangan yang disampaikan saksi lainnya. Salah satunya, Azis membantah mengenalkan Stepanus Robin Pattuju kepada mantan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial dan mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari.

Azis juga membantah pernah memberikan uang ke Stepanus Robin untuk mengamankan perkara yang menyeret namanya. Azis mengeklaim uang yang diberikannya sebagai utang untuk membantu keluarga Robin.

Alex menekankan, KPK telah mengantongi bukti keterlibatan Azis dalam kasus suap penanganan perkara. Alex meyakini hakim tidak akan percaya begitu saja pada keterangan Azis.

“Tentu hakim bisa mengatakan itu karena sudah diperiksa saksi-saksi, lah kok keterangannya berbeda. Kalau ada keterangan yang berbeda pasti ada salah satu pihak yang enggak benar menyampaikan keterangan seperti itu kan,” kata Alex.

Dalam persidangan kemarin, Azis memberikan keterangan yang berbeda dari saksi lainnya. Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Jaini Bashir pun mengingatkan Azis Syamsuddin yang dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan hari ini untuk memberikan keterangan yang jujur.

“Saya hanya confirm, kalau ada dua keterangan yang beda, berarti salah satunya ada yang bohong,” kata Jaini saat persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (25/10/2021).

Diketahui, jaksa KPK mendakwa Stepanus bersama-sama pengacara Maskur Husain menerima uang suap Rp11,025 miliar dan US$ 36.000 atau total sekitar Rp 11,5 miliar. Suap itu diterima Stepanus dan Maskur dari lima pihak yang berperkara di KPK.

Berikut rincian uang yang diterima Robin bersama dengan Maskur Husain:

1. Dari Wali Kota Tanjungbalai Muhamad Syahrial sejumlah Rp 1.695.000.000.

2. Dari Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dan politikus Partai Golkar Aliza Gunado sejumlah Rp 3.099.887.000 dan US$ 36.000.

3. Dari Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna sejumlah Rp 507.390.000.

4. Dari Direktur PT Tenjo Jaya Usman Effendi sejumlah Rp 525.000.000.

5. Dari mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari sejumlah Rp 5.197.800.000.

Selain memberikan suap, Azis Syamsuddin berperan mengenalkan Stepanus kepada Syahrial dan Rita Widyasari.

No More Posts Available.

No more pages to load.