Kpk secara diam-diam memeriksa pakar komunikasi politik, Effendi Gazali terkait kasus dugaan suap izin ekspor benih bening lobster atau benur yang menjerat mantan Menteri Kelautan dan Perikanan

oleh -933 views

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara diam-diam memeriksa pakar komunikasi politik, Effendi Gazali terkait kasus dugaan suap izin ekspor benih bening lobster atau benur yang menjerat mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, Kamis (4/3/2021). Effendi diperiksa dalam kapasitasnya sebagai mantan Penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan.

Pemeriksaan ini terkesan senyap lantaran nama Effendi Gazali tak tercantum dalam daftar pemeriksaan saksi yang dirilis KPK hari ini. Pemeriksaan Effendi baru diketahui awak media berdasar rilis yang disampaikan Plt Jubir KPK, Ali Fikri usai pemeriksaan.

Ali Fikri mengatakan, dalam pemeriksaan itu, tim penyidik KPK mencecar Effendi Gazali mengenai hasil kajian dan rancangan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan mengenai kebijakan ekspor benih lobster. Peraturan itu menandai dibukanya ekspor benur yang dilarang Menteri Kelautan dan Perikanan sebelumnya, Susi Pudjiastuti.

“Effendi Gazali didalami pengetahuannya terkait dengan hasil kajian dan konsep rancangan Peraturan Menteri KKP mengenai kebijakan ekspor benih lobster,” kata Ali kepada wartawan, Kamis (4/3/2021).

Selain Effendi Gazali, KPK juga memeriksa Direktur Produksi dan Usaha Perikanan Budidaya Ditjen Perikanan Budidaya KKP Arik Hari Wibowo. Dalam pemeriksaan terhadap Arik, tim penyidik mendalami adanya perintah khusus dari Edhy Prabowo untuk menghilangkan nilai prosentase budidaya benur sebelum dilakukannya ekspor.

“Arik Hari Wibowo didalami pengetahuannya terkait dengan dugaan adanya perintah khusus dari tersangka EP (Edhy Prabowo) untuk menghilangkan nilai persentase budidaya benur sebelum dilakukannya ekspor,” kata Ali.

Tak hanya itu, KPK juga memeriksa pegawai bank atas nama Eko Irwanto. Ali menyebut KPK mendalami terkait pelunasan rumah tersangka Andreau Pribadi Misanta yang merupakan mantan staf khusus Edhy Prabowo. Pelunasan rumah yang berlokasi di Bekasi itu diduga menggunakan uang suap dari para eksportir benur.

728×90 Leaderbord

“Didalami pengetahuannya terkait dugaan pelunasan satu unit rumah milik tersangka APM (Andreau Pribadi Misata) yang berlokasi di Bekasi, Jabar yang sumber uangnya diduga dari kumpulan para eksportir benur yang mendapatkan izin ekspor di KKP,” kata Ali.