Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala meminta pihak kepolisian untuk membuka isi percakapan digital di handphone (HP) Tamara Tyasmara

Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala meminta pihak kepolisian untuk membuka isi percakapan digital di handphone (HP) Tamara Tyasmara

Nasional80 Dilihat

Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala meminta pihak kepolisian untuk membuka isi percakapan digital di handphone (HP) Tamara Tyasmara dengan kekasihnya Yudha Arfandi (YA) untuk mengungkap apakah Tamara terlibat atau tidak dalam kasus pembunuhan anak kandungnya bernama Dante (6 tahun).

“Satu hal yang perlu didalami, lamanya kasus ini terungkap karena peran sang ibu,” kata Andianus saat diwawancara jurnalis BTV dalam program Berita Satu Malam di BTV, Jumat (9/2/2024).

Adrianus mengungkapkan beberapa kejanggalan dari sikap Tamara terkait kasus yang menewaskan anaknya tersebut. Misalnya, lamanya kasus ini terungkap karena sang ibu tidak segera meminta agar kamera pengintai atau CCTV dibuka.

“Kalau sang ibu, misalnya memaksa untuk segera mengungkapkan siapa pelakunya dan segera meminta agar CCTV dibuka, maka kasus ini akan segara terungkap,” kata Adrianus.

Selain itu, Adrianus juga mempertanyakan mengapa Tamara selaku ibu korban menggunakan jasa penasihat hukum.  “Itu kok bagi saya untuk apa? Yang bersangkutan itu adalah korban dan siapa pun akan bisa menerima kalau sang ibu saat berduka itu, kemudian ngomong menyerocosngomong macam-macam ya namanya juga sedang berduka dan kemudian tidak usah takut mendapat reaksi balik,” ujar Adrianus.

Adrianus menduga Tamara memiliki peran dalam kasus yang menewaskan anaknya tersebut. Oleh karena itu, Adrianus meminta pihak kepolisian untuk memeriksa percakapan di HP Tamara dan kekasihnya.

“Kelihatannya sang ibu amat jago berpikir ke depan, nah kita lalu berpikir jangan-jangan ini ada perannya dalam kasus ini. Untuk itu, maka pemeriksaan digital pada handphone mereka berdua misalnya, tentu bisa menjadi satu jejak yang bisa mengungkap banyak, apakah ibunya terlibat atau tidak,” kata Adrianus.

Sebelumnya,  Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Rovan Richard Mahenu mengungkapkan, setelah menetapkan YA sebagai tersangka, pihaknya belum bisa memastikan apakah akan ada tersangka baru dalam kasus kematian Dante.

Mengenai status Tamara Tyasmara, menurutnya, ibu kandung Dante itu tidak bisa dijerat dengan Pasal 359 KUHP. Pasal tersebut mengatur hukuman bagi orang yang melakukan kelalaian, sehingga menyebabkan orang lain meninggal dunia.

“(Tamara Tyasmara) tidak bisa (dijerat Pasal 359 KUHP). Pasal 359 itu karena kelalaian, artinya harus secara langsung,” kata Rovan Richard Mahenu saat dikonfirmasi Beritasatu.com, Jumat (9/2/2024).

Dari pantauan Beritasatu.com, setelah kasus kematian Dante, tidak terlihat foto YA di media sosial Tamara Tyasmara. Seusai YA ditangkap, Tamara juga sempat mengunggah ucapan rasa syukur di story Instagram pribadinya.

Sementara itu, Angger Dimas di story Instagramnya juga sempat menuliskan kalimat bahwa penangkapan kekasih Tamara baru permulaan, seolah menyiratkan akan ada tersangka lain dalam kasus kematian Dante. “This is just a beginning,” tulis Angger Dimas.