Layanan peramban (browser) Microsoft Internet Explorer akan dihentikan oleh Microsoft mulai 15 Juni 2022

oleh -380 views

Layanan peramban (browser) Microsoft Internet Explorer akan dihentikan oleh Microsoft mulai 15 Juni 2022. Layanan ini sebelumnya sudah beroperasi lebih 26 tahun berbarengan dengan dirilisnya Windows 95 di tahun 1995.

Pakar informasi teknologi (IT) dan keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya menyampaikan, bakal dihentikannya layanan internet explorer sebetulnya tidak terlalu berdampak pada pengguna secara umum karena sebelumnya perlahan sudah mulai ditinggalkan. Apalagi Microsoft jauh-jauh hari juga sudah menghadirkan Microsoft Edge sebagai browser generasi barunya.

Bupati Pesawaran

“Dari sisi pengguna, penghentian layanan internet explorer ini saya rasa tidak terlalu masalah. Sudah ada banyak pilihan browser lain seperti edge, chrome, atau yang lainnya, jadi tinggal ganti saja,” kata Alfons Tanujaya.

Namun, penghentian layanan ini akan menjadi masalah bagi pengembang aplikasi yang berbasis internet explorer. Adanya penghentian layanan membuat pengembang tersebut harus membangun aplikasinya lagi dari awal.

“Untuk pengguna yang membangun aplikasi under internet explorer, itu yang bakalan pusing. Jadi tidak bisa jalan dan tidak bisa pakai Microsoft Edge, tetapi harus bangun aplikasinya lagi dari awal. Makanya waktu membangun aplikasi, harus hati-hati memilih platform,” kata Alfons.

Yang dikhawatirkan, pengembang tersebut bisa saja nekat menggunakan internet explorer kuno lantaran aplikasinya tidak bisa berjalan di platform lain. Padahal menurut Alfons, layanan yang sudah dihentikan pengembangannya sangat berpotensi untuk diretas. Sehingga harusnya internet explore tidak lagi digunakan. Bukan hanya oleh pengembang aplikasi, tetapi juga oleh pengguna secara umum.

“Internet explorer ini memang sudah tidak dikembangkan lagi oleh Microsoft. Jadi, jangan dipakai lagi mulai sekarang. Sebab aplikasi yang sudah dihentikan pengembangannya itu artinya kalau ada celah keamanan atau lubang-lubang yang bisa diretas, itu tidak ditambal lagi. Akibatnya akan rentan terhadap ancaman keamanan siber,” kata Alfons.

No More Posts Available.

No more pages to load.