Leicester City berhasil menundukkan Chelsea, 1-0, dan memastikan diri sebagai juara Piala FA musim ini di Stadion Wembley

oleh -1.324 views

Leicester City berhasil menundukkan Chelsea, 1-0, dan memastikan diri sebagai juara Piala FA musim ini di Stadion Wembley, Sabtu (15/5/2021). Dengan sukses ini, Leicester sekaligus menorehkan sejarah sebagai juara baru Piala FA.

Sepanjang sejarah klub tersebut baru kali inilah mereka sukses menjadi juara Piala FA. Gol yang memastikan kemenangan Leicester dilesakkan Youri Tielemans pada menit ke-63.

Sebelumnya, Leicester pernah bermain empat kali di final yakni musim 1948/49, 1960/61, 1962/63, 1968/69, namun selalu kandang di partai pamungkas. Namun kali ini, di bawah asuhan Brendan Rodgers mereka berhasil menorehkan sejarah.

Chelsea bermain dengan mengusung formasi 3-4-2-1. Timo Werner menjadi striker tunggal ditopang duet Hakim Ziyech dan
Mason Mount. Sementara empat pemain di lini tengah terdiri dari Reece James, N’Golo Kante, Jorginho, dan Marcos Alonso.

Tiga bek yang mengawal kiper Kepa Arrizabalaga adalah Cesar Azpilicueta, Thiago Silva, dan Antonio Ruediger.

Di kubu Leicester, pelatih Brendan Rodgers menurunkan formasi 3-4-1-2. Jamie Vardy berpasangan dengan Kelechi Iheanacho di lini depan, ditopang Ayoze Perez.

Kasper Schmeichel tetap dipercaya menjadi kiper utama. Pemain asal Denmark ini akan ditemani tiga bek yakni Caglar Soyuncu, Jonny Evans, dan Wesley Fofana. Sementara empat pemain di lini tengah adalah Timothy Castagne, Youri Tielemans, Wilfred Ndidi, dan Luke Thomas.

Tak ada peluang dalam 15 menit pertama. Pada menit ke-16, striker Leicester Jamie Vardy berhasil melepaskan tendangan ke arah gawang Chelsea. Namun upaya striker Timnas Inggris ini diblok bek Reece James.

Empat menit kemudian, Leicester kembali mengancam gawang Chelsea. Bek Caglar Soyuncu berhasil melepaskan sundulan memanfaatkan umpan silang hasil tendangan bebas Youri Tielemans. Namun tandukan pemain asal Turki ini melambung.

Pada menit ke-21 dan 23, Chelsea mendapat peluang melalui Mason Mount. Namun kedua peluang itu gagal bersarang di gawang lawan karena diblok.

Strier Chelsea, Timo Werner, mendapat dua peluang pada menit ke-27 dan 29. Pada peluang pertama dia melepaskan tendangan kaki kanan dari luar kotak penalti setelah mendapat sodoran N’Golo Kante. Namun bola melambung dari sasaran.

Sementara pada peluang dua menit kemudian, dia menyundul bola umpan Thiago Silva. Namun tandukannya melenceng ke kanan.

Pada menit ke-34, bek Leicester Jonny Evans harus ditarik keluar lantaran cedera. Rodgers kemudian memasukkan Marc Albrighton sebagai penggantinya.

Menit ke-42, Caglar Soyuncu kembali mencoba menekan Chelsea dengan sundulan. Dia berupaya memanfaatkan umpan silang dari tendangan bebas Luke Thomas. Namun bola sundulan pemain berambut panjang ini melenceng ke kiri gawang.

Hingga babak pertama usai tak ada gol yang terjadi. Kedua tim berbagi skor imbang.

Memasuki babak kedua, Chelsea menggebrak pada menit ke-53 melalui aksi Marcos Alonso. Pemain asal Spanyol ini menanduk bola umpan silang N’Golo Kante. Sayang bola hasil sundulannya berhasil diamankan kiper Kasper Schmeichel.

Meski kalah dalam penguasaan bola, Leicester justru berhasil mencetak gol pada menit ke-63. Gol dilesakkan pemain asal Belgia, Youri Tielemans.

Gol berawal dari sodoran Luke Thomas. Tielemans menyambutnya dengan melepaskan tendangan kaki kanan dari luar kotak penalti ke pojok kiri atas dan membuat kiper Kepa Arrizabalaga tak berdaya.

Lima menit setelah kebobolan, Chelsea melakukan dua pergantian sekaligus. Marcos Alonso diganti oleh Ben Chilwell, sementara Christian Pulisic menggantikan Hakim Ziyech.

Satu menit sebelumnya, Leicester juga menarik Kelechi Iheanacho dan digantikan James Maddison.

Pada menit ke-75, pelatih Chelsea, Tuchel, juga menarik Jorginho dan menggantinya dengan Kai Havertz. Satu menit kemudian Chelsea kembali melakukan pergantian pemain yakni Cesar Azpilicueta digantikan Callum Hudson-Odoi.

Delapan menit sebelum waktu normal usai, striker Chelsea Timo Werner, digantikan oleh penyerang veteran Olivier Giroud.

Satu menit setelah pergantian striker, bek Chelsea Antonio Rudiger melakukan tekanan ke gawang Leicester. Dia melepaskan tendangan kaki kanan setelah memanfaatkan operan Thiago Silva. Namun tembakan bek asal Jerman ini melambung dari sasaran.

Chelsea sebenarnya mencetak gol balasan pada menit ke-88 melalui Ben Chilwell. Namun gol ini dianulir lantaran wasit menganggap Chilwell dalam posisi offside. Wasit memastikan keputusan ini setelah melihat VAR.

Skor 1-0 untuk keunggulan Leicester tak berubah sampai wasit meniup peluit akhir. Leicester pun menabalkan diri sebagai juara baru dalam sejarah Piala FA.

Susunan pemain:

Chelsea (3-4-2-1): 1 Kepa Arrizabalaga; 28 Cesar Azpilicueta (20 Callum Hudson-Odoi 76), 6 Thiago Silva, 2 Antonio Ruediger; 24 Reece James, 7 N’Golo Kante, 5 Jorginho (29 Kai Havertz 75), 3 Marcos Alonso (21 Ben Chilwell 68); 22 Hakim Ziyech (10 Christian Pulisic 68), 19 Mason Mount; 11 Timo Werner (18 Olivier Giroud 82).

Leicester (3-4-1-2): 1 Kasper Schmeichel; 3 Wesley Fofana, 6 Jonny Evans (11 Marc Albrighton 34), 4 Caglar Soyuncu; 33 Luke Thomas (5 Wes Morgan 82), 25 Wilfred Ndidi, 8 Youri Tielemans, 27 Timothy Castagne; 17 Ayoze Perez (20 Hamza Choudhury 82); 14 Kelechi Iheanacho (James Maddison 67), 9 Jamie Vardy.

No More Posts Available.

No more pages to load.