Libur Lebaran tahun ini pemerintah membuat kebijakan dengan melarang aktivitas mudik pada 6-17 Mei 2021

oleh -360 views

Libur Lebaran tahun ini pemerintah membuat kebijakan dengan melarang aktivitas mudik pada 6-17 Mei 2021. Hal ini menjadi salah satu langkah pemerintah untuk mencegah lonjakan kasus COVID-19 yang umumnya terjadi pasca libur panjang.

Kendati demikian, Tim Mitigasi IDI mewaspadai adanya lonjakan kasus COVID-19 pasca hari Lebaran meski sudah ada larangan mudik.

Bupati Pesawaran

“Saat ini sudah terlihat kenaikan kasus Covid kembali seperti tahun lalu, meski program vaksinasi terus berjalan. Kami mengingatkan agar seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik, dll) serta para dokter dan tenaga kesehatan lainnya menyiapkan ketersediaan ventilator, obat-obatan, Alat Pelindung Diri (APD), tempat tidur, ruangan, untuk mengantisipasi lonjakan kasus paska libur hari raya ini sampai 1 – 2 bulan ke depan,” ungkap Ketua Tim Mitigasi Dokter IDI, dr Adib Khumaidi, SpOT.

Diperkirakan faktor dari lonjakan kasus COVID-19 karena adanya klaster baru yang muncul selama beberapa bulan terakhir. Mulai dari klaster keluarga, perkantoran, klaster ibadah bersama, hingga klaster buka puasa bersama. Belum lagi dengan adanya momentum Lebaran, arus mudik dan arus balik serta mutasi virus COVID-19 yang semakin banyak variasinya.

Menurut dr. Adib, banyak masyarakat yang telah abai menjalankan protokol kesehatan meski sudah divaksin. Padahal vaksinasi saja tidak menjamin tubuh kebal terhadap virus dan mutasi virus.

“Protokol kesehatan 5M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan, Membatasi Mobilitas) tetap wajib dilakukan,” tegas dr Adib.

Untuk itu, Adib mengimbau agar materi tentang COVID-19 bisa menjadi bagian dari khotbah Idul Fitri.

Selama beberap pekan terakhir, terutama sejak lonjakan kasus COVID-19 di India, Indonesia mencatat kasus harian tertinggi hingga hampir 10ribu kasus. Mutasi virus turunan B.1 dengan varian seperti B117 yang teridentifikasi di Inggris, B1351 yang teridentifikasi di Afrika Selatan, dan B16171 dan B6172 dari India sudah mulai ditemukan di Indonesia sejak awal tahun ini.

No More Posts Available.

No more pages to load.