Logo Branding Hamera Laboratorium Dipersoalkan, PT. HSI Terancam Digugat Rp. 1 Miliar

oleh -52 views

 

Jakarta | Logo branding Hamera Laboratorium PT Hamera Sarana Indonesia (PT. HSI) terancam digugat. Logo yang sudah digunakan menjadi branding corporate identity PT HSI sejak sebelum laboratorium PCR Hamera resmi beroperasi, ternyata berpotensi masalah secara hukum. Adalah mantan Direktur Marketing yang juga aktor berdirinya Hamera laboratorium, melalui Kuasa Hukum Rudy Marjono, SH. menyatakan siap melayangkan gugatan tersebut.

Dalam pernyataan pers, Rudy Marjono, SH. yang juga lawyer Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menyatakan PT. HSI selaku badan hukum Hamera laboratorium yang ditunjuk pemerintah menangani deteksi PCR test program repatriasi bagi perjalanan WNA dan WNI dari luar negeri, terancam digugat karena selama ini telah menggunakan logo branding tanpa kesepakatan pemilik alias menggunakan secara sepihak.

Mengingat pemilik logo branding hamera laboratorium yang sebenarnya adalah Esa Tjatur Setiawan yang saat ini menjadi klien-nya. Pihaknya juga sudah melayangkan somasi sebagai peringatan kepada PT. HSI untuk tidak lagi menggunakan dan memanfaatkan secara sepihak. Namun hingga berita ini diturunkan PT HSI tidak juga mengindahkan, sehingga terancam digugat.

“Klien kami merasa dirugikan dan keberatan atas pemakaian logo branding secara komersial tanpa kesepakatan apapun dari PT. HSI. Sehingga menjadi alasan kami untuk melayangkan somasi pada 1 September 2021. Tapi hingga 14 hari lewat, peringatan kami tidak juga mendapat tanggapan positif. Maka akan segera kami tindaklanjuti dengan langkah hukum dengan tuntutan Rp. 1 Miliar,’’ tegas Rudy Marjono kepada media di Jakarta, Kamis, (15/9/21)

Lebih lanjut Rudy Mardjono SH. mengatakan, jika sejak awal klien nya adalah reperesentasi Hemera Laboratorium yang sudah memiliki konsep dan logo Hamera dan kemudian digunakan oleh PT. HSI sejak proses badan hukum. Jauh sebelum Hamera Laboratorium resmi beroperasi, hingga saat ini.

Gugatan segera dilayangkan terkait hak dan aset strategis atas logo dan branding yang selama ini memberi kontribusi besar keuntungan secara sepihak bagi PT. HIS melalui berbagai branding corporate identity. Seperti Neon Box, Backlight, Kop Surat, ID Card, Stemple, maupun Web Aplikasi dan Company Profile perusahaan.

“Publik tahu pentingnya logo branding bagi perusahaan. Tanpa aset logo branding, produk atau layanan jasa tak mungkin bisa dikriet oleh target konsumen. Bahkan, banyak konsumen acapkali mengambil keputusan (membeli) hanya karena top branding. Pentingnya branding juga terbukti menjadi pengikat sekaligus pengingat kuat bagi konsumen untuk kembali,’’ terang Rudi Marjono.

Kedepan, lanjut Rudy Marjono, hal seperti ini bisa mejadi pelajaran baik bagi siapapun untuk tidak mengulang hal yang sama. “Dengan menggunakan hak milik orang lain tanpa seijin yang punya, meskipun dalam bentuk logo branding, merupakan perbuatan melawan hukum karena merugikan pihak lain,’’ pungkasnya.*

 

No More Posts Available.

No more pages to load.