Magnifique dan Yayasan Dian Sastrowardoyo menggelar diskusi tentang industri film nasional

oleh -931 views

Magnifique dan Yayasan Dian Sastrowardoyo menggelar diskusi tentang industri film nasional bersama lebih dari 80 siswa asal Papua pada Selasa (22/9) secara virtual. Dalam kegiatan ini, Dian Sastrowardoyo menjadi pembicara untuk membagikan pengalaman dan pandangannya selama 20 tahun bekerja di industri film, baik sebagai aktris dan produser.

Menurut Dian, Papua memiliki banyak siswa yang tertarik untuk terjun ke industri film. Hal tersebut terbukti dengan prestasi mereka dalam mengikuti berbagai festival film tingkat nasional dan maraknya komunitas film di Papua. Oleh karena itu, sudah selayaknya pandemi Covid-19 tidak memutus mata rantai pembelajaran para siswa dari para pelaku industri.

“Sama halnya dengan para siswa di bagian Indonesia manapun, akses bagi para siswa untuk terus menginspirasi diri secara positif harus kerap diberikan. Webinar merupakan salah satu sarana yang mempertemukan siswa dan profesional agar para siswa memiliki gambaran yang lebih nyata akan industri yang ingin diterjuni,” ujar dia dalam siaran pers, Selasa (22/9).

Turut hadir dalam webinar adalah para mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Cendrawasih, Institut Seni & Budaya Indonesia (ISBI Tanah Papua), Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen Wamena (STKIP KW), dan teman-teman Komunitas Film di Papua yang dipandu oleh Managing Partner Magnifique Arifaldi Dasril.

Kegiatan M-Class merupakan inisiatif yang dicetus oleh Magnifique dan Yayasan Dian Sastrowardoyo sehubungan dengan pandemi dan kewajiban pembelajaran daring dilakukan. Bantuan kemajuan teknologi menjadikan webinar merupakan pilihan yang paling tepat untuk terus diadakan secara berkala di setiap daerah tertinggal.

M-Class bertujuan menjangkau berbagai daerah yang membutuhkan webinar dengan mendatangkan para pembicara yang kompeten dan topik yang berbeda di setiap sesinya. Selama semester perkuliahan ini berlangsung, M-Class akan hadir setiap bulannya di daerah dan kampus berbeda. Mekanisme M-Class dilakukan tidak hanya dengan mengadakan webinar, tapi juga pengadaan kuota internet bagi siswa yang membutuhkan, sehingga tidak terbebani untuk dapat mengikuti acara.

“Kami mengharapkan akan lebih banyak lagi pihak yang bersinergi dengan kami untuk kelangsungan webinar ini agar frekuensi webinar ini dapat dilakukan lebih sering dan menjangkau lebih banyak kampus. Berikutnya M-Class akan diadakan pada Oktober mendatang dengan menghadirkan pembicara dan topik berbeda sesuai kebutuhan siswa,” kata Arifaldi.

728×90 Leaderbord