MAN 1 Pesawaran Diduga Potong Bantuan PIP Sampai 40 Persen

oleh -162 views

 

Pesawaran,Lampung,dnewsradio.com–Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang seyogyanya diperuntukan untuk keperluan sekolah siswa miskin ternyata diduga menjadi ajang korupsi oleh MAN 1 Pesawaran. (Jum’at 20/12/19).

Maraknya korupsi di kalangan pejabat tinggi maupun pejabat rendah meski sudah banyak yang terjerat masalah hukum hingga mendekam di balik jeruji besi, nampaknya tidak membuat jera para oknum Kepala Sekolah.

Begitu banyak prioritas pemerintah terhadap anggaran dana yang di kucurkan memajukan dunia pendidikan seperti dana BOS dan dana Program Indonesia Pada (PIP) yang nyata-nyata diperuntukan untuk fasilitas pendanaan Sekolah, mulai rehab ringan sampai pembelian buku dan lain sebagainya, belum lagi dana yang di kucurkan berupa BSM nampak sekali bahwa, pemerintah tidak main main untuk memajukan dunia pendidikan agar masyarakat indonesia bebas dari buta huruf tanpa batasan kaya dan miskin,

Tapi ternyata masih banyak oknum Kepala Sekolah yang pura-pura tidak mengerti kegunanaan dana bos, Dana PIP dan dana BSM, mereka kadangkala secara terang-terangan berani menyelewengkan dana bantuan tersebut.

Seperi di MAN 1 Pesawaran yang Dana Program Indonesia indonesia Pintar (PIP) diduga telah dijadikan ajang korupsi oleh pihak Sekolah dengan cara melakukan pemotongan dana bantuan tersebut yang mencapai 40 % dari nilai bantuan.

Program Indonesia Pintar, atau yang di sebut PIP adalah bantuan
berupa uang tunai dari Pemerintah yang diberikan kepada peserta didik yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikan, sebagai kelanjutan dan perluasan sasaran dari program Bantuan Siswa/i Miskin (BSM).

728×90 Leaderbord

Menurut keterangan wali murid Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pesawaran pada (20/12/2019)
yang tidak ingin di sebutkan
namanya, mengatakan bahwa” saya cuma menerima dana bantuan
PIP tersebut hanya 425 ribu rupiah, dan itupun tidak adanya pemberitahuan dari pihak sekolah karna taunya pun dari salah satu wali murid yang anaknya juga bersekolah disekolah tersebut
dan pada saat mengecek saldo uang tersebut memang ada 825 ribu rupiah, tapi pada saat mau di ambil dari pihak bank mengatakan harus ada rekom dari pihak sekolah” jelasnya,

Masih katanya, kemudian dari pihak sekolah memberikan rekom data, setelah menunggu hingga dua hari. Setelah uang mau kami ambil ternyata uang tersebut tinggal Hanya 425 ribu rupiah yang seharusnya 825 ribu rupiah, karena melihat saldo saya berkurang maka saya pertanyakan ke pihak Bank, dan mereka bilang mungkin bapak salah lihat kalau uang tersebut ada 825 ribu rupiah,

” kejadian ini terjadi pada saat anak saya kelas 1 Di tahun 2017 yang lalu, dan kini di kelas 3, MAN 1 Pesawaran. Setelah masalah itu anak saya tidak pernah lagi mendapatkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) lagi ” imbuhnya.

Dan setelah di konfirmasikan ke pihak sekolah MAN 1 Pesawaran, Hilman selaku Kepala Sekolah menyangkal bahwa hal tersebut tidak benar, bahwa yang berhak mengambil di rekening adalah siswa tersebut tidak bisa di wakilkan ke siapapun karna itu sudah sesuai di juknis PIP dan pihak Bank tidak mau menerima selain siswa tersebut.

” tidak ada dan tidak benar kalau ada pemotongan 40 % dari pihak sekolah sini, karna yang mengambil adalah siswa langsung atas rekom dari Kepala Sekolah ” sanggah Kepala Sekolah.

Saat ditayakan berapa nominal murid Sekolah MAN mendapatkan bantuan Program Indonesia Pintar ( PIP), kepala sekolah menjelaskan 825 ribu rupiah/ murid, “tapi kenapa murid nya mendapatkan 425 ribu rupiah, Kepala Sekolah menjawab itu bukan murid Sekolah di MAN 1 Pesawaran ” imbuhnya saat di konfirmasi via pesan WhatsApp

Dan hal serupa juga di sampaikan oleh Deki selaku operator Sekolah MAN 1 Kabupaten Pesawaran, mengatakan bahwa itu tidak benar dan tidak ada potongan untuk bantuan PIP program indonesia pintar tersebut. (DIN)