Manchester City mengawali laga semifinal Liga Champions dengan sempurna setelah menaklukkan tuan rumah Paris Saint Germain 2-1

oleh -583 views

Manchester City mengawali laga semifinal Liga Champions dengan sempurna setelah menaklukkan tuan rumah Paris Saint Germain 2-1 meskipun tanpa spesialis penyerang, Rabu (28/4/2021) malam waktu setempat atau Kamis dini hari WIB.

Hasil ini memberi keuntungan besar bagi City saat mereka bertindak sebagai tuan rumah pekan depan, karena hanya butuh hasil imbang untuk lolos ke final pertama kali dalam sejarah klub Inggris tersebut.

Sebelum berangkat ke Stadion Parc des Princes, Paris, tim asuhan Pep Guardiola itu sudah mengantongi catatan impresif dengan memenangi 17 laga tandang di berbagai kompetisi secara beruntun.

Skuat awal City tidak melibatkan striker Sergio Aguero dan Raheem Sterling, berbeda dengan tuan rumah yang menempatkan ujung tombak kembar Neymar dan Kylian Mbappe.

PSG lebih dulu unggul di menit ke-15 lewat sundulan jarak dekat Marquinhos memanfaatkan sepak pojok Angel di Maria. Musim lalu, dia juga mencetak gol di babak perempat final dan semifinal Liga Champions, dan dia seorang bek!

Sepanjang babak pertama, City belum mampu membangun serangan yang tajam dan lebih banyak bermain defensif.

Usai turun minum, Guardiola tetap belum bersedia menurunkan striker dan mempercayakan barisan depan pada trio Bernardo Silva, Phil Foden dan Riyad Mahrez.

Meskipun demikian, serangan yang dibangun oleh Kevin de Bruyne di tengah makin tajam dan membahayakan lawan.

Puncaknya, skipper asal Belgia itu mencetak gol yang sangat unik dan seperti tidak disengaja.

Pada menit ke-64, ia mengirim bola silang ke sebelah kanan menuju John Stones dan Ilkay Gundogan. Semua mengira itu bola umpan, bahkan termasuk kiper Keylor Navas.

Ternyata bola lambung yang tidak terlalu kencang itu makin melengkung arahnya dan secara tidak terduga masuk gawang.

Navas yang tertipu matanya hanya bisa menyesali diri karena mestinya tidak terlalu sulit baginya untuk menghalau bola de Bruyne.

Patut dicatat, de Bruyne terlibat dalam 10 gol City di sembilan pertandingan Liga Champions terakhir yang diikutinya, termasuk lima gol dia sendiri dan lima umpan.

Petaka bagi tuan rumah datang di menit ke-71, lewat tendangan bebas yang dieksekusi oleh Riyad Mahrez.

Tembok yang dibangun PSG betul-betul rapuh dan konyol, dengan menempatkan Marco Verratti dalam posisi berbaring untuk menghalangi bola datar dengan punggungnya.

Tendangan Mahrez juga biasa saja, tidak terlalu tinggi namun bisa melewati badan Verratti, dan entah kenapa lolos dari pagar betis empat bek lainnya yang melompat untuk mengantisipasi bola atas.

Navas yang terhalang pandangannya oleh tembok bek PSG terlambat bereaksi ketika bola menuju gawang, 2-1 untuk tim tamu.

Setelah tertinggal, permainan PSG menjadi lepas kendali dan tanpa strategi.

Tekel dari belakang yang sangat berbahaya oleh Idrissa Gueye menjatuhkan Gundogan yang terinjak engkelnya.

Wasit cukup bertindak text book untuk mengeluarkan kartu merah dan Gueye berjalan keluar lapangan tanpa protes.

Bagi Guardiola, lagi-lagi ia memetik hasil dari strategi yang sangat spekulatif dengan mengistirahatkan striker. Ini merupakan semifinal Liga Champions ke-8 baginya sebagai manajer, menyamai rekor José Mourinho.

Bagi PSG, jalan makin sulit bagi mereka untuk menjadi klub Prancis kedua yang pernah menjuarai Liga Champions setelah Marseille pada 1993.

City juga belum pernah menjuarai turnamen ini, dan baru dua kali masuk semifinal setelah musim 2015-16.

Namun, pada 1970 mereka menang di turnamen Eropa lainnya, Cup Winners’ Cup.

No More Posts Available.

No more pages to load.