Manchester City mengundurkan diri dari rencana perhelatan Liga Super Eropa

oleh -974 views

Manchester City mengundurkan diri dari rencana perhelatan Liga Super Eropa (LSE), Selasa (20/4/2021) waktu setempat dan sesama klub Liga Premier Chelsea juga bersiap melakukan hal yang sama.

Ini merupakan perkembangan terakhir dari heboh LSE — konspirasi sejumlah klub besar yang ingin secara eksklusif menggelar kompetisi sendiri, dan dengan demikian juga meraup penghasilan untuk kelompok mereka sendiri.

Bupati Pesawaran

Sebanyak 12 klub dari Inggris, Italia dan Spanyol sudah terdaftar di LSE saat diumumkan hari Minggu lalu, memicu reaksi global yang rata-rata mengecam rencana itu, termasuk dari badan sepakbola dunia FIFA dan, tentu saja, regulator Eropa UEFA.

Di Stamford Bridge, sekitar 1.000 pendukung Chelsea melakukan unjuk rasa menentang keterlibatan klub mereka menjelang laga melawan Brighton Selasa malam.

Ada enam klub Inggris yang terlibat, termasuk juga Arsenal, Liverpool, Manchester United, dan Tottenham.

Chelsea sebetulnya klub pertama yang mengindikasikan akan mundur, tetapi saat ini masih menuntaskan prosedur hukumnya, sehingga didahului oleh City.

Dua klub tersebut bukan aktor utama di balik LSE, mereka yang terakhir memberikan tanda tangan hanya karena khawatir akan ditinggalkan klub-klub besar yang sudah lebih dulu bergabung.

728×90 Leaderbord

Belum jelas seberapa kuat kontrak LSE mengikat mereka dan apa konsekuensi hukumnya jika ada yang mundur. Namun, konsekuensinya jelas jika mereka tetap menggelar LSE — para pemain akan dilarang membela tim nasional di ajang Piala Dunia dan Piala Eropa.

Hari yang sama, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson bertemu dengan asosiasi sepakbola setempat atau FA, panitia Liga Premier, dan perwakilan suporter. Keputusannya, pemerintah akan melakukan semua upaya yang mungkin termasuk lewat legislasi untuk mencegah terwujudnya LSE.

Keputusan Johnson didukung oleh oposisi Partai Buruh dan juga Partai Liberal Demokrat.

Selain itu, pihak Liga Premier juga bertemu dengan 14 klub yang tidak terlibat dan memutuskan secara aklamasi untuk menolak LSE dan mendesak enam klub yang terlibat untuk segera mundur.

Hal berbeda terjadi di Italia dan Spanyol, di mana enam klub LSE lainnya belum menunjukkan tanda-tanda akan mundur.

Mereka adalah Real Madrid, Barcelona, Atletico Madrid, Inter Milan, Juventus, dan AC Milan.

Presiden Real Florentino Perez, yang didapuk sebagai ketua LSE, mengatakan kompetisi ini diciptakan “untuk menyelamatkan sepakbola” karena menurutnya kaum muda tidak lagi tertarik menonton akibat banyaknya pertandingan dengan kualitas rendah.

Kepala Eksekutif AC Milan Ivan Gazidis mengatakan LSE akan menjadi babak baru yang lebih menggairahkan sepakbola dan memberi nilai tambah bagi dunia sepakbola di Eropa.

Di tempat lain, manajer Juventus Andrea Pirlo menegaskan dukungan pada LSE dan juga pada pemilik klub, Andrea Agnelli, yang mundur dari jabatan ketua Asosiasi Klub Eropa (ECA) segera setelah mendaftarkan Juve ke LSE.

“Ia menjelaskan pada kami soal proyek ini, dan memberi kami keyakinan yang besar, tetapi yang paling penting adalah ia meminta kami agar terus melanjutkan tugas,” kata Pirlo.