Mantan Ketua AJOI Tanggamus Dilaporkan Ke Polisi.

oleh -1.588 views

Tanggamus  – Masalah internal dalam DPC Aliansi Jurnalistik Online Indonesia Kabupaten Tanggamus kian meruncing. Kali ini giliran Ketua DPC AJOI Tanggamus Hi. Budi Hartono, melalui Kuasa Hukum Hasan Basri, S.H. yang melaporkan mantan Ketua DPC AJOI setempat, Budi Widayat Marsudi ke Polres Tanggamus. Pelaporan tersebut menyoal tentang aset DPC AJOI Tanggamus yang diduga digelapkan.

Hasan Basri mewakili Budi Hartono menjelaskan, pelaporan terhadap Budi Widayat Marsudi dilakukan Kamis (7/10/2021). Laporan itu diterima Polres Tanggamus dengan Nomor: LP/B/1110/X/2021/SPKT/Polres Tanggamus/Polda Lampung.

Saat ditemui di kantornya, Hasan Basri mengatakan, kliennya (Budi Hartono) hanya menuntut hak organisasi. Yang di dalamnya termasuk aset yang dimiliki DPC AJOI Tanggamus.

“Saya dan klien sudah terlebih dahulu menempuh upaya persuasif secara kekeluargaan dalam menyelesaikan masalah ini. Namun terlapor tidak menunjukkan itikad baik. Tidak juga merespon. Bahkan malah terkesan menghambat. Maka kami terpaksa menempuh jalur hukum, dengan melaporkan ke Polres Tanggamus untuk mendapatkan keadilan,” ujar Hasan Basri, Selasa (23/11/2021).

Dugaan penggelapan aset DPC AJOI Kabupaten Tanggamus oleh Budi Widayat Marsudi bisa terjadi, pasalnya kepengurusan DPC AJOI Tanggamus versi Budi Widayat Marsudi telah dibekukan oleh DPP AJO Indonesia beberapa waktu lalu.

“Sesuai dengan prosedur dan mekanisme, lantas DPP AJO Indonesia telah membentuk kepengurusan baru DPC AJOI Kabupaten Tanggamus. Lalu terbitlah SK dengan Ketua DPC AJOI Tanggamus adalah klien kami, yaitu Budi Hartono,” papar Hasan Basri.

Dalam proses laporan ini, penyidik Satreskrim Polres Tanggamus juga telah memanggil Ketua DPD AJOI Lampung, Danial M. Musa sebagai saksi. Danial menuturkan, posisinya sebagai saksi dalam pusaran perkara aset DPC AJOI Tanggamus, untuk memberikan keterangan pada penyidik asal-muasal aset DPC AJOI Tanggamus yang menjadi inti masalah.

“Kedatangan kami hanya memberi kesaksian asal-muasal aset DPC AJOI Tanggamus. Hal ini sendiri terjadi, karena somasi yang kami sampaikan tidak pernah direspon oleh Budi WM. Sementara aset-aset itu didapat dari dana hibah Pemkab Tanggamus. Saya tahu karena pada saat penerimaan dana itu, saya menjadi penasehat mereka. Perlu saya tekankan juga untuk diketahui oleh umum, terutama penyidik, bahwa hanya Budi WM yang mempunyai SK. Sementara yang lain, setahu saya mereka telah nonaktif dan mengundurkan diri,” beber Danial.

Sebenarnya, dia menambahkan, masalah ini sebenarnya merupakan masalah internal organisasi DPC AJOI Tanggamus. Jika Budi WM merespon baik somasi dan upaya kekeluargaan yang kami tempuh lebih dulu, masalah ini tidak sampai masuk ke kepolisian.

“Sebenarnya ini urusan internal DPC AJOI Tanggamus. Mungkin karena ketidakterimaan Budi WM dibekukan oleh DPP AJOI, jadi dia tidak mau menyerahkan aset organisasi kepada kepengurusan yang baru. Akhirnya kepengurusan yang baru melaporkan dia dengan dugaan penggelapan aset organisasi yang diperoleh dari dana hibah pemkab,” tandas Danial.

Pantauan terkini, berdasarkan laporan polisi tersebut, penyidik Satreskrim Polres Tanggamus telah memangil beberapa saksi dan bahkan terlapor. Mereka dimintai keterangan guna melengkapi berkas penyelidikan dan penyidikan. Sesuai dengan diterbitkannya Surat Perintah Tugas Nomor: SP.Gas/256/X/2021/Reskrim dan Surat Perintah Penyelidikan Nomor: SP.Lidik/ 256/X/2021/Reskrim tertanggal 11 Oktober 2021.

Perkembangan terkait laporan tersebut, pihak kepolisian telah menerbitkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (S2HP) Nomor: SP2HP/296/XI/2021/Reskrim yang ditujukan kepada Hasan Basri, sebagai kuasa hukum pelapor. Kemudian Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan Nomor: SPDP/85/XI/2021/Reskrim untuk Kepala Kejaksaan Negeri Tanggamus. (Rls).

No More Posts Available.

No more pages to load.