Mantan pelatih klub Juventus, Maurizio Sarri mengungkapkan curahan hatinya

oleh -674 views

Mantan pelatih klub Juventus, Maurizio Sarri mengungkapkan curahan hatinya (curhat) kalau dia mengalami kesulitan untuk menangani pemain bintang Cristiano Ronaldo saat ia menangani klub Kota Turin itu. Hal ini dikarenakan, ia mempertimbangkan kepentingan pribadi striker asal Portugal itu.

Sarri (62) pada bulan lalu baru ditunjuk sebagai pelatih klub Lazio, setahun setelah ia dipecat dari klub tempat Ronaldo, peraih lima kali Ballon d’Orbermain sejak 2018.

“Ronaldo tidak mudah dikelola, dia adalah perusahaan multinasional dengan kepentingan pribadi yang harus dipadukan dengan kepentingan tim. Saya menganggap diri saya lebih baik menjadi pelatih daripada manajer,” kata Sarri kepada Sport Italia.

“Ada juga banyak aspek positif, karena Ronaldo pada akhirnya akan membawa pulang hasil, dan itu adalah hasil yang penting. Dia mewakili sesuatu yang melampaui klub, dengan lebih dari 200 juta pengikut di media sosial, tetapi ini adalah masalah di masyarakat kita. Sayangnya, ada terlalu banyak pembicaraan tentang pemain dan sedikit tentang tim.”

Sarri memimpin Juventus meraih gelar Serie A pada 2019-20 tetapi dipecat pada akhir musim setelah kalah dari Olympique Lyon di babak 16 besar Liga Champions.

Dia merasa hasil yang diraih tidak dihargai, terutama mengingat musim 2020-21 yang mengecewakan di bawah asuhan Andrea Pirlo, di mana klub berjuluk Nyonya Tua ini hanya mampu meraih tempat di Liga Champions dan bukan juara Serie A.

“Kami memenangi Scudetto bahkan tanpa merayakannya, semua orang pergi makan malam sendiri,” kata Sarri.

“Gelar liga (Serie A) diterima begitu saja, di dalam dan di luar klub. Tapi tahun ini saya melihat mereka merayakan finis keempat, jadi mungkin itu adalah kondisi ideal untuk Juve,” sindir Sarri.

No More Posts Available.

No more pages to load.