MANUVER POLITIK SI RUBAH TUA

oleh -1.036 views

 

Rubah sering menjadi simbol kelicikan, ambisi dan keserakahan dalam berbagai kisah fable. Ia digambarkan sebagai hewan yang siap melakukan “manuver apapun” demi memenuhi segala ambisi yang menyelimuti hatinya. Dalam hidup kita, Manusia yang bersifat rubah itu ada dimana mana. Jika kita Tarik ke kancah perpolitikan Tanah air, Sifat Rubah yang ada di kisah-kisah fable itu rupanya dapat kita saksikan pada diri seorang Pria tua yang bernama Amien Rais. Ya, Seorang Tokoh Politik Kontroversial yang dikenal karena kepiawaian manuver politiknya itu memang “Rubah” di dunia nyata.

Tentu kita belum lupa dengan Manuvernya kala Reformasi menggema di tahun 1998. Saat itu tanpa malu, dia muncul bak Pahlawan, dengan lantang menyebut dirinya sebagai inisiator gerakan Reformasi yang menumbangkan Orde Baru. Padahal gerakan reformasi murni di inisiasi oleh Rakyat Indonesia, Murni lahir dari pikiran Elemen Cendikiawan dan Mahasiswa yang mendambakan Demokrasi di bumi pertiwi.

Amien Rais dalam beberapa generasi terakhir muncul sebagai Tokoh antagonis yang punya segudang ambisi dan kepentingan pribadi. Layaknya Sengkuni dalam kisah Mahabrata, ia selalu hadir sebagai bayangan gelap yang memperkeruh suasana bernegara dari waktu ke waktu. Masihkah kalian ingat dengan sepak terjang Politisi gaek itu? Ia ada dibalik sejumlah peristiwa politik, sebut saja saat Gus Dur lengser. Saat itu Amien Rais menjadi tokoh antagonis dibalik lengsernya Gus Dur, Padahal sebelumnya ia mendukung dan mengelu-elukan Presiden Ke-Empat Indonesia itu.

Ia pernah mencalonkan diri sebagai Presiden pasca Reformasi, namun gagal. Meski gagal, ambisi Amien Rais justru tak pernah sirna. Setelah kembali gagal berkuasa di tahun 2004, rupanya hasrat berkuasa itu masih ia pendam hingga saat ini. Sampai sekarang, Si Rubah Tua tak kunjung berhenti bermanuver. Dari hari ke hari Lidah pedasnya semakin panas menyerang semua pihak, seperti busur panah yang dilontarkan kesegala arah, mulai dari Pemerintah sampai Institusi Negara, semua ia serang, ia anggap sebagai musuh yang harus ditumbangkan. Guratan guratan ambisi politik dan hasrat berkuasa Nampak jelas tergambar dalam setiap statmentnya. Sudah pasti statementnya keruh dan memecah persatuan.

Beruntung, Kini Publik semakin cerdas. Pasca lengser dari PAN yang membesarkan namanya, Kini Amien Rais sudah banyak kehilangan pengikut. Ia menjadi gelandangan politik. Simpati publik untuk dirinya juga nampak mulai luntur. Setiap selorohnya soal kondisi negara saat ini tak lagi didengarkan orang. Ia malah terlihat seperti Rubah tua yang kehabisan taring, Meringkuk dan menunggu waktu untuk menghadap pada sang Pencipta.

Bagaikan Hantu, Amien masih bergentayangan hingga era Presiden Jokowi. Ia masih berambisi untuk merebut kuasa. Statement ngawur yang dibarengi dengan propaganda murahan ia lontarkan bersama Komplotan sakit hati yang selama ini menjadi dalang dibalik keruhnya suasana bangsa kita. Amien bahkan mendapatkan bantuan dari sesama Rubah Tua, Abdullah Hehamahua salah satunya. Sosok Pria berjanggut yang memiliki keterkaitan dengan organisasi terlarang, Hizbut Tahrir. Dua Orang tua yang masih berambisi untuk berkuasa dipertemukan dalam satu kolam yang sama. Sungguh Indah cara Tuhan menunjukan mana yang hak dan bathil.

728×90 Leaderbord

Agenda tersembunyi mereka kini sudah terendus oleh Rakyat. Amien Rais dengan Partai Ummat bentukannya, Abdullah Hehamahua dengan “Masyumi Reborn” nya, Manuver mereka untuk menarik simpati massa nampaknya akan berakhir Gagal seperti yang sudah-sudah. Jualan Isu PKI, Isu Pelanggaran HAM, sampai Jualan ayat-ayat Suci Agama, cara licik mereka pasti akan menemui kebuntuan, sebab Masyarakat sudah mengetahui Hidden Agenda yang mereka siapkan untuk Pilpres 2024.

Rubah Tua, Waktumu sebentar lagi habis, Saat ini generasi penerus sudah cerdas, manuver politikmu tak lagi dapat menjerat rakyat. Bertaubatlah dan ingatlah Dunia Akhirat, Kami tidak akan pernah bisa kau tipu. Semesta tak akan pernah melupakan manuver politikmu selama ini. Kau memang Seorang Politisi Sejati. Politik “jahat” Ala Machiavelli pun kau terapkan demi merebut kuasa.
Namun jelas, Kekuasaan ada ditangan Rakyat Indonesia, dan Rakyat tak pernah menghendaki mereka dipimpin oleh komplotan Sengkuni. ( Rilis Opini )

#IndonesiaBersatu #SayNoToPemecahBelah #RakyatSudahCerdas #JanganBohongiUmat #WaspadaManuverPolitik #AmienRais #2024