Masalah daya ingat, kompetensi mental, dan usia capres menjadi isu utama menjelang Pilpres AS yang bakal berlangsung pada November mendatang

Masalah daya ingat, kompetensi mental, dan usia capres menjadi isu utama menjelang Pilpres AS yang bakal berlangsung pada November mendatang

INTERNATIONAL92 Dilihat

Masalah daya ingat, kompetensi mental, dan usia capres menjadi isu utama menjelang Pilpres AS yang bakal berlangsung pada November mendatang. Isu lama ini kembali panas, menyusul laporan yang menyebutkan Presiden AS Joe Biden mengalami masalah daya ingat.

Mantan Presiden Donald Trump pada Sabtu (10/2/2024) waktu AS, menuduh Biden, yang kemungkinan besar akan ia hadapi di pilpres dan Nikki Haley pesaingnya di Partai Republik, tidak memiliki kapasitas mental untuk menjadi presiden.

Sedangkan Haley, menyebut Trump memiliki gangguan mental, dan mengatakan Biden terlalu tua untuk menjadi presiden.

Joe Biden Tersinggung Dilaporkan Lupa Kapan Putranya Meninggal

Masalah daya ingat Biden terekspos setelah munculnya laporan dari penasihat khusus Departemen Kehakiman AS Robert Hur yang mengatakan Biden memiliki ingatan yang buruk.

Biden (81 tahun), dan Trump (77), masing-masing adalah dua pria tertua yang terpilih sebagai presiden AS. Dalam jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dilakukan pada September 2023, sebanyak 77 persen responden mengatakan mereka setuju dengan pernyataan bahwa Biden terlalu tua untuk bekerja di pemerintahan. Sedangkan 56 persen menyatakan hal yang sama tentang Trump.

Haley (52), telah menyerukan tes kompetensi mental bagi calon presiden yang berusia di atas 75 tahun.

Trump, pada rapat umum di Conway, Carolina Selatan mengatakan, laporan Hur menunjukkan Biden tidak layak menjadi panglima tertinggi AS.

Gedung Putih Bantah Joe Biden Punya Masalah Daya Ingat
Trump, yang menghadapi kasus di empat pengadilan pidana di tingkat negara bagian dan federal, termasuk satu karena kesalahan penanganan dokumen rahasia, hampir mendapatkan nominasi capres Partai Republik.

Trump pada Sabtu menyebut Haley, mantan duta besarnya di PBB, hanya memiliki otak seperti burung, yang menunjukkan bahwa dia tidak memiliki kapasitas mental untuk memasuki Gedung Putih.