Mengajarkan anak untuk bersyukur tidaklah mudah

Tips600 Dilihat

Mengajarkan anak untuk bersyukur tidaklah mudah. Banyak tantangan untuk memberi pemahaman serta contoh perilaku yang mencerminkan rasa bersyukur. Penelitian menemukan bahwa rasa syukur berkaitan dengan kebahagiaan pada anak usia 5 tahun. Artinya, menanamkan rasa syukur pada anak di usia muda dapat membantu mereka tumbuh menjadi orang yang lebih bahagia. Selain itu studi juga menambahkan anak-anak rentang usia 11-15 tahun cenderung lebih bahagia, optimis, dan memiliki sifat positif karena menerapkan rasa syukur.

Menanamkan sifat positif pada anak sejak usia dini bermanfaat bagi dirinya di masa depan. Orang dewasa rentang usia 19-24 tahun yang terbiasa bersyukur lebih puas dengan hidup dan memiliki kesehatan mental yang baik. Melansir dari Verywell Mind terdapat cara efektif untuk mendidik anak agar selalu bersyukur. Simak penjelasannya di bawah ini.

1. Biasakan Anak Mengucapkan Terima Kasih

Mengatakan terima kasih saat menerima bantuan atau menunjukkan rasa puas adalah cara untuk bersyukur dalam hal kecil. Meskipun anak tidak memahami makna sebenarnya, seiring bertambah usia mereka akan paham bahwa berterima kasih adalah bentuk menghargai orang lain dan rasa syukur. Beri mereka pujian saat berhasil menerapkan kebiasaan ini, dengan begitu ucapan terima kasih akan memberi perasaan senang.

2. Ajukan Pertanyaan Mengenai Rasa Syukur

Setelah anak ingat untuk berterima kasih secara teratur, jelaskan pada mereka apa itu bersyukur dan tanyakan hal apa yang mereka syukuri dalam hidup. Menyelam pada emosi yang dimiliki anak akan membantu mom untuk lebih mengenal mereka. Selain itu, pertanyaan mengenai rasa syukur membuat anak mengingat akan kebaikan dalam hidupnya, memahami emosi dalam diri, dan lebih memahami makna bersyukur.

3. Beri Contoh Perilaku Baik

Anak sangat pandai meniru lingkungannya. Untuk itu, beri contoh baik agar anak juga berperilaku baik. Ajarkan mereka bahwa terdapat banyak cara untuk menunjukkan rasa syukur kepada orang lain maupun diri sendiri. Lakukanlah hal yang sama pada diri mom sendiri agar anak dapat meniru dengan baik.

4. Berbagi Hal yang Disyukuri dengan Anggota Keluarga

Sebelum tidur, minta anak untuk mengatakan tiga hal yang mereka syukuri pada hari itu. Bersyukur atas hal kecil yang terjadi dalam kegiatan sehari-hari akan membuat anak lebih menghargai hidup, meski tidak ada hal besar yang terjadi. Ceritakan juga pada anak hal apa yang mom syukuri di setiap harinya. Dengan berbagi cerita, anak belajar untuk menghargai kebahagiaan sederhana yang dimiliki orang lain. Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan anak untuk bersyukur, namun juga menghargai perasaan orang lain.

5. Memaknai Hidup

Setiap keadaan sulit, pasti terdapat hikmah dan makna baik yang dapat dipelajari. Ajarkan anak hal ini agar dapat membangun pandangan positif terhadap berbagai hal yang akan terjadi dalam hidup mereka. Ajukan pertanyaan yang membantu anak Anda menemukan hikmah potensial dalam situasi sulit, misalnya apa hikmah dari kehilangan mainan yang sangat ia sayangi. Mungkin anak akan terbawa emosi dan sensitif, namun seiring waktu mereka akan belajar memaknai kata bersyukur.

Bersyukur tidak hanya baik untuk kesehatan mental, namun juga membantu anak tumbuh menjadi orang yang positif. Bersyukur akan hal yang terjadi dalam hidup membuat anak lebih bahagia dalam hidupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *