Mengutip dari beberapa sumber, merayakan wisuda di jenjang pendidikan yang lebih awal sebenarnya tidak merugikan dari sisi perkembangan anak. Apa saja?

Tips371 Dilihat

Wisuda menjadi sebuah selebrasi yang menandakan seorang anak telah menyelesaikan jenjang pendidikan yang ditempuhnya. Istilah wisuda sendiri lebih akrab dilakukan pada jenjang pendidkan Sarjana dan Pascasarjana.

Seiring berjalannya waktu, wisuda kini banyak dilakukan di jenjang pendidikan yang kecil, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA. Selebrasi yang juga menjadi momen perpisahan teman-teman seangkatan ini rupanya menuai protes dari kalangan orangtua.

Ternyata tidak sedikit orangtua yang menjerit dengan digelarnya wisuda di kalangan TK, SD, SMP, dan SMP. Teriakan orangtua sebagai bentuk protes ini banyak beredar di media sosial. Bahkan ada orangtua berkomentar di unggahan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim.

“Tolong Pak Nadiem sekarang dihapuskan acara Wisuda dari TK – SMA karena hanya memberatkan biaya para orangtua. Wisuda hanya untuk lulusan Universitas aja bukan dari TK,” tulis akun @mikhaylaeka2023.

“Iya setuju, bun. Buang-buang duit. Waktu anak saya sekolah Tk bayar perpisahan (Rp)300 ribu, padahal nanti msuk SD harus bayar pendaftaran (Rp)600 ribu untuk biaya keprluan lain, mending uangnya buat makan,” demikian balas warganet tersebut.

Keluhan orangtua

Di platform Twitter pun beredar status orangtua murid di media sosial yang mengeluhkan adanya wisuda di jenjang TK, SD, SMP, dan SMA.

“Kembalikan wisuda hanya utk yg lulus kuliah aja. TK, SD, SMP & SMP tidak perlu wisuda,” kata sebuah akun di Facebook.

Dengan banyaknya keluhan yang terlontar dari para orangtua, sebenarnya perlukah tradisi wisuda dilakukan? Simak pro dan kontranya!

Mengutip dari beberapa sumber, merayakan wisuda di jenjang pendidikan yang lebih awal sebenarnya tidak merugikan dari sisi perkembangan anak. Apa saja?

 

1. Menunjukkan apresiasi

Seperti dikutip dari Primary Parade bahwa perayaan wisuda di masa TK menjadi sebuah perayaan spesial untuk anak-anak. Merayakan akhir dari masa sekolah TK, SD, SMP, dan SMA dengan mengadakan wisuda menjadi salah satu cara untuk membantu meningkatkan kepercayaan diri anak-anak. Sekaligus menandai pencapaian mereka selama masa sekolah dan mendorong mereka untuk lebih giat belajar.

2. Membuat orangtua dan guru sadar akan prestasi anak

Terkadang, orangtua dan guru tidak menyadari prestasi apa saja yang sudah dilakukan sang anak. Sehingga momen wisuda ini bisa membantu orangtua dan guru menyadari bahwa anak-anak mereka telah mengukir prestasi di sekolah. Sekaligus menjadi pengingat orangtua dan guru akan komitmen mereka dalam mendampingi anak menjadi begitu penting dalam mendorong prestasi belajar anak di sekolah.

3. Mendorong kepercayaan diri

Ada begitu banyak anak yang memiliki potensi namun merasa malu untuk menunjukannya. Dengan sederet acara yang digelar saat wisuda menjadi penyalur bakat maupun potensi anak. Membuat anak menemukan kebanggaan dan kepercayaan diri akan apa yang mereka punya di masa mendatang.

 

Komunikasi orangtua dan pihak sekolah

Di sisi lain, wisuda memang memberatkan orangtua akan biaya yang harus dikeluarkan. Pemerintah sendiri tidak mewajibkan wisuda untuk diselenggarakan jenjang pendidikan TK, SD, SMP, dan SMA. Diselenggarakannya wisuda merupakan kewenangan penuh dari sekolah sebagai sebuah seremoni formalitas.

Sebagai jalan tengah, ada baiknya jika orangtua dan pihak sekolah melakukan komunikasi secara dua arah dalam menggelar acara wisuda. Seperti yang diungkap oleh pengguna Twitter ini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *