Meningkatnya penggunaan mata uang kripto dapat merusak efektivitas sanksi ekonomi dan keuangan Amerika Serikat (AS)

oleh -472 views

Meningkatnya penggunaan mata uang kripto dapat merusak efektivitas sanksi ekonomi dan keuangan Amerika Serikat (AS). Seperti dilaporkan AFP, pada Senin (18/10/2021), Departemen Keuangan AS menyatakan mata uang kripto berpotensi merusak peran dolar Amerika.

Setelah meninjau sistem sanksi AS, Departemen Keuangan menemukan bahwa saat sanksi tetap menjadi alat kebijakan yang penting dan efektif, sanksi juga menghadapi tantangan baru termasuk meningkatnya risiko dari sistem pembayaran baru, meningkatnya penggunaan aset digital, dan penjahat dunia maya.

Sanksi perbendaharaan bekerja dengan memblokir target yakni individu, pejabat pemerintah atau perusahaan, dari menggunakan sistem keuangan AS. Pada dasarnya, sanksi memutus mereka dari perbankan atau mengambil untung dari perdagangan di sebagian besar dunia.

“Tetapi mata uang digital dan platform pembayaran alternatif menawarkan peluang kepada pelaku kejahatan untuk menahan dan mentransfer dana di luar sistem keuangan tradisional berbasis dolar,” kata laporan itu.

Mata uang digital pada gilirannya menawarkan insentif untuk menemukan cara baru menyembunyikan transaksi lintas batas” dan “membangun sistem keuangan dan pembayaran baru yang dimaksudkan untuk mengurangi peran global dolar.

“Kami menyadari risiko bahwa, jika dibiarkan, aset digital dan sistem pembayaran ini dapat membahayakan efektivitas sanksi kami,” kata laporan itu.

Laporan tersebut menunjukkan penggunaan sanksi meningkat sepuluh kali lipat selama dua dekade terakhir. Setidaknya 9.421 penunjukan sanksi tahun ini dibandingkan dengan hanya 912 pada tahun 2000.

Departemen Keuangan menyatakan sanksi harus memiliki tujuan kebijakan yang jelas. Sanksi ditargetkan untuk menghindari kerugian ekonomi atau kemanusiaan yang tidak diinginkan, dan sedapat mungkin dikenakan dalam koordinasi dengan sekutu AS.

“Sanksi adalah alat yang sangat penting untuk memajukan kepentingan keamanan nasional kita,” kata Wakil Menteri Keuangan Wally Adeyemo.

Namun, Adeyemo menambahkan bahwa di tengah tantangan, AS berkomitmen untuk bekerja dengan mitra dan sekutu untuk memodernisasi dan memperkuat alat penting ini”.

Pada Selasa (19/10), Adeyemo memberikan kesaksian di hadapan Komite Perbankan Senat tentang masalah ini.

Menurut pernyataan siap yang dirilis oleh kantor Depkeu AS pada Senin malam, Adeyemo diharapkan untuk mengatakan bahwa pemerintah AS saat ini “harus menggunakan sanksi dalam koordinasi dan kolaborasi dengan sekutu aS, mengambil keuntungan dari dampak yang lebih besar yang datang dari bertindak bersama.

“Perbendaharaan harus memodernisasi infrastruktur sanksi, teknologi, dan tenaga kerjanya untuk beradaptasi dengan ancaman yang berkembang dari penjahat dunia maya, ransomware, dan lainnya,” ujar Adeyemo.

No More Posts Available.

No more pages to load.