Menlu menerima kunjungan Menlu Singapura Vivian Balakrishnan

oleh -485 views

Jakarta- Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menerima kunjungan Menlu Singapura Vivian Balakrishnan di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Kamis (25/3/2021). Dalam keterangan pers yang disiarkan secara virtual, Menlu Retno menyampaikan kesepakatannya dengan Menlu Vivian untuk mendorong pertemuan tatap muka tingkat kepala negara pada 2021.

“Kami setuju untuk mengusulkan kepada pemimpin kami agar melakukan Leaders Retreat (pertemuan tingkat kepala negara) secara langsung pada 2021,” kata Retno.

Retno mengatakan pertemuan tahunan antara Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri (PM) Lee Hsien Loong menandakan pentingnya strategi hubungan bilateral Indonesia-Singapura serta menyediakan platform bagi kedua negara untuk memetakan jalan ke depan di bidang utama kerja sama.

“Tahun ini, tema utama kerja sama kita adalah bagaimana kita bersama-sama pulih dari pandemi,” kata Retno.

Menurut Retno, untuk berbagai alasan, selalu ada kebutuhan untuk meningkatkan komunikasi dan pertemuan dengan Menlu Vivian. Retno mengaku sangat senang untuk melihat kerja sama Indonesia-Singapura terus mengalami kemajuan.

“Saya juga sangat senang melihat upaya konsisten kedua negara untuk berkontribusi bagi ASEAN, termasuk dalam situasi sulit saat ini,” katanya.

Menlu menambahkan Singapura adalah investor utama Indonesia. Arus Foreign Direct Investment (FDI) dari Singapura terus meningkat sekalipun saat pandemi. Awal bulan Maret ini, Menlu Retno dan Menteri Perdagangan dan Industri Chan Chun Sing melakukan pertukaran Instrumen Ratifikasi Perjanjian Investasi Bilateral yang menandai berlakunya Bilateral Investment Treaty (BIT) Indonesia-Singapura.

728×90 Leaderbord

“Kami membicarakan bahwa pada 2020, terjadi peningkatan lebih dari 50% dari tahun sebelumnya, yang berkontribusi kepada lebih dari 30,1% dari total aliran FDI ke Indonesia tahun lalu,” ujar Retno.

Menlu Retno berharap BIT dapat mendorong arus investasi lebih besar lewat kepastian dan kepercayaan. BIT juga mencerminkan komitmen kuat kedua negara kepada kerjasama ekonomi yang terbuka dan adil, serta menunjukkan optimisme kepada pemulihan ekonomi.

“Jadi kami berharap Leaders Retreat juga akan memberikan dorongan lebih lanjut untuk investasi,” lanjut Retno.