Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bagi daerah-daerah yang tekanan rumah sakitnya

oleh -242 views

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bagi daerah-daerah yang tekanan rumah sakitnya sudah tinggi dalam penanganan pasien Covid-19, maka ada beberapa intervensi cepat yang harus dilakukan.

Salah satunya, memastikan pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19 adalah yang bergejala sedang dan berat.

“Kita ingin memastikan yang masuk ke rumah sakit adalah orang-orang yang memang harus dirawat di rumah sakit. Jadi masyarakat tidak usah panik, kalau tidak ada sesak nafas, saturasi oksigen masih diatas 95% dan tidak ada komorbid lebih baik dirawat di rumah kalau dia positif ,” kata Budi melalui keterangan yang disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (1/7/2021).

Budi menambahkan, apabila tidak isolasi mandiri di rumah, bisa menjalani isolasi terpusat seperti Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet.

Menurut Budi, intervensi ini juga untuk memastikan agar pasien masuk rumah sakit tidak terkontaminasi dengan tingkat virus yang tinggi di rumah sakit.

Selanjutnya, Budi juga mengatakan, pihaknya akan mendisiplinkan pasien dengan kondisi membaik untuk dipulangkan dari tempat isolasi.

“Orang terinfeksi Covid-19 meski tidak bisa akses rumah sakit tetap dilayani oleh dokter dan diberikan obat. Nanti dokter bisa cek statusnya dan sehingga kita bisa arahkan kapan yang bersangkutan harus masuk rumah sakit atau tidak,” ucapnya.

Selain layanan telemedicine, Budi menambahkan, khusus untuk daerah dengan peningkatan kasus aktif tinggi, pemerintah menyiapkan tempat isolasi terpusat yang besar seperti RSDC Wisma Atlet. Selain itu, ada Rumah Susun (Rusun) Nagrak dan Rusun Pasar Rumput di Jakarta yang kapasitasnya sama dengan RSDC Wisma Atlet.

“Jadi sudah ada 2 kali kapasitas RSDC Wisma Atlet yang sekarang sudah siap,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.