Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN 2023

 Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN 2023

Ekonomi107 Dilihat

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN 2023 masih dibayangi risiko global yang cukup tinggi, seperti dampak naiknya tensi geopolitik, volatilitas sektor keuangan, serta masih terkontraksinya manufaktur global. Oleh karena itu, pemerintah perlu terus melakukan antisipasi dampak rambatan kondisi ekonomi global terhadap perekonomian Indonesia.

“Dalam pelaksanaan sampai bulan kelima, APBN menunjukan suatu kinerja yang positif, meskipun lingkungan global masih sangat berat dan beresiko sebab volatilitas masih tinggi, geopolitik masih bergejolak, dan harga komoditas mengalami koreksi. Pelemahan global masih akan kita antisipasi ke depan,” ucap Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta (KITA) yang berlangsung secara virtual, Senin (26/6/2023).

Hingga 31 Mei 2023, APBN mengalami surplus sebesar Rp 204,3 triliun atau 0,97% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Pendapatan negara mencapai Rp 1.209,3 triliun yang terbagi dalam penerimaan pajak sebesar Rp 948,7 triliun dan penerimaan bukan pajak sebesar Rp 260,5 triliun.

Belanja negara sebesar Rp 1.005 triliun yang terbagi dalam belanja pemerintah pusat Rp 714,6 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp 290,3 triliun. Keseimbangan primer mencapai Rp 390,5 triliun pada Mei 2023.

Menkeu mengatakan geliat perekonomian domestik terjaga baik, seiring inflasi yang terus menurun dan daya beli masyarakat terjaga kuat. Kinerja belanja negara meningkat, tetapi tren penurunan pertumbuhan pendapatan negara perlu terus dicermati.

“Ini yang memberikan dukungan terhadap image Indonesia yang dianggap sebagai bagian dari sedikit negara di dunia yang ekonominya tumbuh positif, APBN mengalami penguatan, dan stabilitas cukup robust. Ini suatu kinerja dan reputasi yang harus kita jaga terus,” kata dia.

Realisasi penerimaan pajak mencapai Rp 830,29 triliun per 31 Mei 2023. Angka ini tumbuh 17,7 % dari realisasi pajak tahun sebelumnya dan sudah mencapai 48,3% dari target penerimaan pajak tahun 2023 yang sebesar Rp 1.718 triliun.

“Penerimaan negara masih tumbuh positif, dari sisi pajak realisasinya mencapai Rp 830,29 triliun, ini artinya 48,3% dari target pajak tahun ini sudah dikumpulkan sampai akhir Mei 2023,” ucap Sri Mulyani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *