Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, akan berkunjung ke Indonesia dalam rangka membahas hubungan bilateral antara kedua negara

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, akan berkunjung ke Indonesia dalam rangka membahas hubungan bilateral antara kedua negara

INTERNATIONAL141 Dilihat

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, akan berkunjung ke Indonesia dalam rangka membahas hubungan bilateral antara kedua negara. Wang Yi akan melakukan perjalanan ke luar negeri mulai 18-23 April, dengan mengunjungi tiga negara, yakni Indonesia, Kamboja, dan Papua Nugini.

“Dengan kunjungan ini, China berupaya mewujudkan kesepakatan bersama yang telah dicapai antara Presiden Xi Jinping dengan para pemimpin dari ketiga negara, memperkuat kerja sama Belt and Road, dan mencapai kemajuan yang lebih signifikan dalam hubungan China-Indonesia,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian, di Beijing, Selasa (16/4/2024).

“China berkomitmen untuk bekerja sama dengan tiga negara dan negara lain di kawasan dalam upaya meningkatkan solidaritas dan kerja sama, menjaga stabilitas dan kedamaian, serta berkontribusi pada pembangunan regional dan global,” tambah Lin Jian.

Pada 2021, Indonesia dan China telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk membentuk dialog tingkat tinggi. Dalam MoU ini, kedua negara sepakat untuk mengadakan pertemuan tingkat tinggi untuk meninjau dan mengoordinasikan kerja sama mereka setiap tahun.

Pertemuan dialog tingkat tinggi terakhir antara kedua negara berlangsung di Beijing tahun lalu. Saat itu, Wang Yi menerima kunjungan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. Keduanya membahas proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang didanai oleh China.

Wang Yi menekankan pentingnya kerja sama dalam pembiayaan pembangunan dan ekonomi hijau. China juga berkeinginan untuk memperdalam kerja sama dalam urusan maritim dengan Indonesia.

Bulan ini, presiden terpilih Prabowo Subianto juga telah mengunjungi Beijing untuk bertemu langsung dengan Presiden China, Xi Jinping. Prabowo menyatakan akan melanjutkan kebijakan Presiden Joko Widodo terhadap China, termasuk mendukung Kebijakan Satu China, yang berarti Indonesia akan terus mengakui Taiwan sebagai bagian tak terpisahkan dari China.

China merupakan mitra ekonomi utama bagi Indonesia. Sepanjang 2023, Indonesia mencatat penanaman modal asing dari China sebesar US$ 7,4 miliar. Pada tahun yang sama, nilai perdagangan bilateral Indonesia-China mencapai US$ 127,8 miliar.

Hingga Januari 2024, nilai perdagangan antara kedua negara mencapai hampir US$ 10,8 miliar.