Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengikuti rangkaian ASEAN Ministerial Meeting 

oleh -470 views

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengikuti rangkaian ASEAN Ministerial Meeting (AMM) ke-54 dan Post Miniterial Conference (PMC) yang digelar secara virtual mulai hari ini, Senin (2/8/2021) sampai Jumat (6/8/2021).

Dalam pertemuan itu, Retno mendesak Myanmar agar segera menyetujui usulan ASEAN mengenai penunjukan utusan khusus (special envoy) sebagai salah satu dari 5 poin konsensus (5 point of consensus) yang disepakati dalam ASEAN Leaders’ Meeting (ALM) pada April lalu.

“Indonesia berharap agar Myanmar dapat segera menyetujui usulan ASEAN mengenai penunjukkan special envoy,” kata Retno dalam pernyataan pers virtual dari Washington DC, Amerika Serikat (AS), hari ini.

Kehadiran Retno di Washington DC dalam rangka pertemuan bilateral pertama kalinya dengan Menlu AS, Antony Blinken. Pertemuan keduanya di ibu kota AS tersebut atas undangan Menlu Blinken.

Retno mengatakan AMM banyak diwarnai pembahasan tentang tindak lanjut atas 5 poin konsensus. Menurutnya, pertemuan AMM, yang hari ini dijadwalkan 2 jam namun bertambah menjadi 5 jam, telah berlangsung sangat terbuka.

“100 hari sudah berlalu sejak ALM bertemu di Jakarta. Saya secara terus terang menyampaikan sampai saat ini tidak terjadi perkembangan signifikan dalam implementasi 5 poin of consensus,” kata Retno.

Menlu mengatakan segera setelah Myanmar menyetujui usulan utusan khusus dari ASEAN, maka utusan khusus harus dapat segera bekerja dengan mandat yang jelas dari ASEAN.

Utusan khusus juga harus dipastikan mendapatkan jaminan akses penuh terkait dengan pertemuan dengan berbagai pihak maupun pergerakan selama menjalankan tugasnya di Myanmar.

“Indonesia juga mendesak agar implementasi 5PCs lainnya dapat segera dilakukan karena terus terhambatnya implementasi 5 poin konsensus, tidak membawa kebaikan bagi ASEAN. Saya ulangi terus terhambatnya implementasi 5 poin konsensus,tidak membawa kebaikan bagi ASEAN,” tandas Retno.

Retno menyatakan sudah saatnya ASEAN mengambil keputusan yang tegas atas 5 poin konsensus. Menlu menegaskan Indonesia berharap pertemuan AMM dapat memutuskan mengenai penunjukkan utusan khusus sesuai usulan ASEAN, termasuk mandatnya yang jelas serta adanya komitmen militer Myanmar untuk memberikan akses penuh pada SE untuk menjalankan tugasnya

“Jika pertemuan ini gagal memastikan langkah konkretimplementasi 5 poin konsensus, maka Indonesia mengusulkan bahwa isu mengenai tindak lanjut 5 poin konsensus ini dikembalikan ke para pemimpin ASEAN karena mandatnya adalah sekali lagi dari para pemimpin,” tandas Retno.

Retno menyebut para pemimpin ASEAN harus mendapat laporan jika tidak terjadi implementasi atas 5 poin konsensus. Tujuannya untuk mendapatkan arahan mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan ASEAN sesuai dengan Piagam ASEAN.

“Indonesia juga menekankan di saat yang sama kita tidak boleh diam membiarkan penderitaan rakyat Myanmar. Mereka saat ini memerlukan bantuan kemanusiaan. Oleh karena itu Indonesia mengusulkan ASEAN segera mengambil langkah pemberian bantuan kemanusiaan termasuk untuk kaum perempuan dan anak-anak,” lanjut Retno.

No More Posts Available.

No more pages to load.