Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memimpin pertemuan virtual ke-4 Advance Market Commitment for Covid-19 Vaccines (Covax-AMC) Engagement Group

oleh -1.268 views

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memimpin pertemuan virtual ke-4 Advance Market Commitment for Covid-19 Vaccines (Covax-AMC) Engagement Group bersama dengan Menteri Kesehatan Ethiopia Lia Tadesse dan Menteri Pembangunan Internasional Kanada Karina Gould, Selasa (17/5/2021). Salah satu isu yang diangkat Retno dalam pertemuan itu adalah suplai/pasokan dan distribusi vaksin Covid-19, termasuk masalah keterlambatan distribusi dari Covax Facilty.

“Vaksin Astrazeneca yang diproduksi SII (India) terkirim sekitar 18% dan produksi vaksin Astrazeneca oleh SK Bio (Korea Selatan) terkirim 50% dari komitmen awal,” kata Retno dalam pertemuan tersebut dikutip dari siaran pers Kementerian Luar Negeri yang diterima.

Retno berharap situasi tersebut bisa membaik pada akhir tahun seiring bertambahnya komitmen dari beberapa produsen vaksin lain dan bertambah pula vaksin yang memperoleh izin penggunaan di masa darurat atau emergency use listing(EUL) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Upaya melipatgandakan kapasitas produksi vaksin termasuk dengan menghapuskan (waive) hak paten vaksin sangat krusial dalam upaya melawan pandemi,” ujar Retno.

Hingga saat ini, Covax Facility telah memegang komitmen suplai untuk 1,7 miliar dosis, dari total kebutuhan 2 miliar dosis untuk didistribusikan di tahun 2021. Sejauh ini, 67,3 juta dosis telah dikirim oleh Covax Facility ke 124 negara.

Dari keseluruhan jumlah negara yang dijadwalkan menerima vaksin hingga Juni 2021, 85% diantaranya telah menerima pengiriman pertama/

Dalam pertemuan itu, menlu juga menyinggung isu distribusi vaksin. Menlu menegaskan bahwa di tengah mengganasnya pandemi Covid-19, ketidaksetaraan distribusi vaksin di tingkat global masih besar.

“Hanya 0,3% dari suplai vaksin yang tersedia saat ini dikirimkan ke negara berpenghasilan rendah. Diperlukan langkah segera untuk dapat memastikan akses vaksin yang setara karena tidak ada negara yang dapat sepenuhnya bebas dari Covid-19, selama masih ada negara lain yang terjangkit,” kata Retno.

Pertemuan Covax AMC juga membahas opsi cost-sharing vaksin melalui Covax Facility, dimana negara berpenghasilan rendah-menengah yang berada dalam AMC dapat membeli tambahan dosis vaksin, di luar alokasi vaksin gratis yang dijanjikan untuk 20% penduduk negara-negara AMC.

Covax Facility adalah inisiatif kolaborasi global terkait vaksin Covid-19 yang terbesar saat ini untuk mendistribusikan vaksin ke secara gratis. Misinya adalah memastikan distribusi yang setara terhadap vaksin yang aman, berkualitas, dan terjangkau untuk semua.

Lewat skema Covax Facility, Indonesia telah mendapatkan 6.410.500 dosis vaksin jadi Astrazeneca dan akan terus bertambah.

No More Posts Available.

No more pages to load.