Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengungkapkan pembicaraan antara Presiden Jokowi dengan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong di Korea Selatan

oleh -153 Dilihat

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengungkapkan pembicaraan antara Presiden Jokowi dengan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong di Korea Selatan, Juli lalu.

Kepada awak media di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/9/2022), Zainudin Amali menuturkan Presiden Jokowi menanyakan kepada pelatih berinisial STY ini, kebutuhan mendasar apa guna memajukan persepakbolaan Indonesia.

Setelah dijawab oleh STY terkait kebutuhan mendasar yang dibutuhkan, Presiden mengabulkkannya.

Jokowi kemudian memanggil Ketua PSSI Mochamad Iriawan atau biasa dipanggil Iwan Bule pada 3 Agustus 2022. Zainudin Amali sebagai Menpora ikut mendampingi Iwan Bule menghadap Presiden Jokowi di Istana Negara.

Di situlah Menpora baru tahu bahwa percakapan antara Jokowi dan STY di Korsel membahas mengenai kemajuan persepakbolaan Indonesia di masa mendatang.

Shin Tae-yong.

“Pada saat Bapak Presiden Jokowi di Korea, coach Shin Tae-yong sedang berada di sana juga diundang makan malam. Kemudian ada obrolan. Kemudian ditanya oleh Bapak Presiden apa yang kamu (STY) butuhkan yang paling mendasar,” kata Amali.

STY yang baru saja membawa Timnas Indonesia senior dan U-20 tampil di ajang Piala Asia 2023 ini, ketika itu menyatakan Indonesia butuh training camp.

“Beliau (STY) sampaikan Indonesia tidak punya training camp, jadi kalau main masih menumpang di stadion-stadion dan menunggu jadwal, itu tidak baik untuk pembinaan. Maka Pak Presiden (bilang) oke, saya siapkan,” ujar Amali.

Menurut Menpora, Presiden Jokowi kemudian menindaklanjuti pernyataannya kepada Shin tersebut dengan memanggil dirinya dan Ketum PSSI untuk menyampaikan rencana lebih lanjut.

“Beliau (Presiden Jokowi) sampaikan kalau ada calon atau tempat lain silakan siapkan, tapi kalau tidak ada, ada lahan di IKN,” kata Amali.

Jadi rencana pembangunan pusat pelatihan sepak bola di ibu kota negara yang baru atau Ibu Kota Nusantara (IKN) bermula dari usulan STY.

Pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Shin Tae-yong yang dimaksud Menpora merujuk pada saat Kepala Negara melakukan kunjungan kerja ke Asia Timur, termasuk Korea Selatan medio akhir Juli.

Amali menegaskan, dirinya dan Ketum PSSI menyambut positif rencana pembangunan pusat pelatihan sepak bola di IKN sebab ketiadaan training camp adalah salah satu kelemahan pembinaan sepakbola Tanah Air.

Dengan keberadaan pusat pelatihan para atlet tim nasional bukan saja bisa menggelar latihan terjadwal secara reguler, tetapi setiap pemain juga bisa menambah porsi latihan masing-masing.

Menpora Zainudin Amali dan Ketum PSSI Mochamad Iriawan di Istana Merdeka, Rabu, 3 Agustus 2022.

Sebagai tindak lanjut arahan Presiden tersebut, Menpora mengaku telah menyampaikan surat terkait rancangan dan rincian rencana pembangunan pusat pelatihan sepak bola melalui Sekretariat Presiden.

“Itu sedang dipertimbangkan. Tentu ya, tetapi kita menunggu saja, sebab nanti kalau itu oke yang mengerjakan bukan kita, bukan PSSI, tetapi Kementerian PUPR,” kata Amali.

Menurut Menpora, dalam surat tersebut tercantum desain lapangan-lapangan yang akan dibangun serta arena utama yang mungkin bisa dipakai sebagai lokasi pertandingan tim nasional.

“Dan kemungkinan kantor federasi (PSSI) juga akan di sana. Karena kalau kita pindah ke IKN maka ketentuan federasi internasional itu bahwa federasi nasional itu harus ada di ibu kota negara,” katanya.

Sebelumnya, pada 3 Agustus, Menpora juga menyatakan bahwa pusat pelatihan sepak bola bukan satu-satunya fasilitas olahraga yang direncanakan dibangun pemerintah di IKN nanti.

Menurut Menpora, pemerintah akan membangun berbagai fasilitas olahraga di IKN, baik itu fasilitas utama maupun fasilitas pendukung secara lengkap. Langkah itu ditempuh berkenaan dengan rencana Indonesia maju dalam pencalonan tuan rumah Olimpiade 2036.

“Beliau (Presiden Jokowi) beberapa waktu yang lalu sudah memberikan arahan kepada saya untuk kita bidding menjadi tuan rumah Olimpiade 2036, tetapi (nanti) proposal itu sudah mencantumkan pelaksanaannya ada di IKN,” ujar Menpora.

No More Posts Available.

No more pages to load.