Menteri Perdagangan Korea Selatan (Korsel) Yoo Myung-hee membatalkan pencalonan dirinya

oleh -402 views

Menteri Perdagangan Korea Selatan (Korsel) Yoo Myung-hee pada Jumat (5/2/2021) membatalkan pencalonan menjadi direktur jenderal (dirjen) Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), menurut pernyataan pemerintah negara tersebut. Dengan demikian membuka jalan bagi Ngozi Okonjo-Iweala dari Nigeria untuk menjadi wanita pertama yang mengepalai badan global tersebut sekaligus dirjen pertama yang berasal dari Afrika.

Yoo telah berkonsultasi dengan pemerintah Amerika Serikat (AS) sebagai pendukung utamanya dan dengan negara-negara besar lainnya. Kementerian Perdagangan Korsel kemudian menyampaikan pernyataan bahwa Yoo memutuskan mencabut pencalonannya.

Proses untuk menunjuk penerus Roberto Azevedo telah menemui jalan buntu sejak Oktober 2020. Saat itu duta kunci WTO menunjuk Okonjo-Iweala sebagai pilihan terbaik untuk memimpin organisasi, kecuali pemerintahan Trump mempertahankan penentangan terhadap pengangkatannya.

Dirjen WTO biasanya dipilih melalui konsensus, sehingga membuat proses terhenti.

Pengamat menyampaikan, pemerintah Korsel berada di bawah tekanan AS untuk menjaga Yoo dalam perlombaan. Sekutu keamanan negara itu menempatkan 28.500 tentaranya di Korsel untuk pertahanan dari Korea Utara (Korut) yang bersenjata nuklir.

Pada saat yang sama, pemerintah Korsel menghadapi kemarahan dari negara-negara Afrika dan lainnya karena tidak menyerah.
Diplomat perdagangan Barat sempat mengatakan kepada AFP, Korsel seakan terjebak di antara batu dan tempat yang keras.

Keputusan pemerintah Korsel untuk menarik pencalonannya datang 2 minggu setelah Joe Biden dilantik sebagai presiden AS yang baru.

728×90 Leaderbord

“Korea Selatan akan terus memberikan berbagai kontribusi untuk membangun kembali dan meningkatkan sistem perdagangan multilateral,” kata pernyataan kementerian perdagangan, Jumat (5/2/2021).

WTO secara luas dipandang membutuhkan reformasi. Bahkan sebelum krisis Covid-19 melanda, WTO sudah dalam pergulatan pembicaraan perdagangan yang macet dan berjuang untuk mengekang ketegangan antara AS dan Tiongkok.

Badan perdagangan global tersebut juga menghadapi serangan dari pemerintah AS. Kondisi ini telah melumpuhkan sistem banding penyelesaian sengketa WTO dan AS mengancam akan meninggalkan organisasi.

WTO akan memiliki direktur jenderal wanita pertama setelah proses konsultasi selama berbulan-bulan, memangkas kandidat menjadi dua di akhir pertandingan.

Ngozi Okonjo-Iweala (66) dua kali menjabat sebagai menteri keuangan Nigeria dan menjadi wanita pertama yang menjabat sebagai menteri luar negeri negara tersebut. Terlatih sebagai ekonom pembangunan, dia memiliki gelar dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Harvard.

Dia menghabiskan seperempat abad di Bank Dunia, naik menjadi direktur pelaksana dan mencalonkan diri untuk posisi puncak perannya pada 2012. Okonjo-Iweala dipandang sebagai pelopor di negara asalnya.

Sama halnya dengan Yoo (53), yang dikenal sebagai pemecah langit-langit kaca di masyarakat Korsel yang masih didominasi pria.

Lulusan sastra Inggris dari Universitas Nasional Seoul, dia mengesampingkan mimpi untuk berkarir di bidang sastra menjadi pegawai negeri kementerian perdagangan, kemudian menangani sejumlah negosiasi perdagangan bebas.