Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor produk pertanian senilai Rp 3,3 triliun ke 31 negara

Ekonomi437 Dilihat

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor produk pertanian senilai Rp 3,3 triliun ke 31 negara. Komoditas yang di ekspor di antaranya adalah sarang burung walet, bulu bebek, produk hewani dan juga tanaman pakis.

“Hari ini Ekspor komoditi pertanian ke seluruh Indonesian itu ada 31 negara serentak hari ini, dan nilai ekspor nya itu kurang lebih 3,3 triliun dari beberapa hari terakhir ini kita canangkan secara bersama,” ujar Mentan Syahrul Yasin Limpo di Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta, Senin (22/5/2023).

Menurut Syahrul, pemerintah telah menargetkan capaian nilai ekspor produk pertanian sebesar 1000 triliun dengan penambahan negara tujuan di wilayah Amerika, Eropa dan Asia.

“Tentu saja kita berharap memang target kita selama ini ada gratieks gerakan tiga kali ekspor dari kementan dan sekarang sudah mencapai 2 kali lipat lebih. Kita star dari 300 sekarang sudah 600 lebih dan InsyaAllah karantina kita sebagai kordinator ekspor komoditi pertanian kita berharap nanti capai 1000 triliun. Tentu ini berproses,” imbuhnya.

Meski demikian, Syahrul minta pengusaha tetap memperhatikan kualitas dan kuantitas serta menjaga sinergitas satu dengan yang lainya.

“Ini menjadi harapan presiden kepada menteri pertanian agar semua komoditi strategis yang ada untuk mempersiapkan ekspor, tentu saja bukan kuantitas tetapi juga kualitas dan kerjasama terhadap negara tujuan menjadi sangat penting. Bisa saja dari kita sudah layak tetapi dari negara tujuan harus di presing uji lab dan lainnya itu menjadi tantangan,” ucapnya.

Syahrul memuji dan memandang kolaborasi semua stakeholder menunjukan suatu kemajuan yang luar biasa baik aparat kepolisian, bea cukai, pelabuhan dan airport.

“Kerja sama antara karantina kepolisian, bea cukai, bandara dan lainnya yang ada disitu cukup apik dan tidak ada lagi yang sangat berbelit belit delindingfain yang biasanya tiga hari sekarang 3-6 jam sudah bisa diselesaikan,” tuturnya.

Bahkan, kata Syahrul, balai karantina pertanian sekarang lebih melangkah ke depan, seperti pendekatan digital sistem, serta komunikasi para pengusaha yang cukup dilakukan komunikasi secara perbal untuk kelancaran ekspor.

“Kita berharap memang kelancaran ekspor juga bisa dirasakan, ini membutuhkan kerjasama yang kuat, karena tentu saja kita berhadapan dengan berbagai kriteria syarat negara yang berbeda beda. Kita anggap kita sudah shatel, sudah tidak ada penutupan di negara untuk komoditi tertentu karena berbagai hal, ini juga begian kecepatan komunikasi karantina kita,” paparnya.

Syahrul juga menyebut hubungan antara negara tujuan ekspor cukup bagus, seperti Amerika, Eropa, Jajirah Arab, Afrika dan lainnya. Salah satunya Cina yang menjadi salah satu negara pembelinya banyam

“Tentu cina salah satu, karena pembeli banyak, tetapi Amerika Italia jadi tujuan.
Semua komoditi tropis kita diminati, tetapi volume saja yang berbeda beda sesuai dengan kuota dari negara tujuan,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *